Rencana Dishub ketika Skema BTS Diterapkan
MALANG KOTA - Skema angkot memakai Buy The Service (BTS) tak hanya menguntungkan masyarakat, sopir angkutan kota (angkot) juga bakal menikmati manfaatnya. Para sopir nantinya akan mendapatkan gaji tetap dari Pemkot Malang. Sehingga, tak perlu lagi pusing memikirkan setoran seperti yang dilakukan mereka saat ini.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang Widjaja Saleh Putra menyampaikan, rencana awal sopir bisa digaji sesuai upah minimun kota (UMK). Saat ini, pihaknya tengah menyusun kebijakan penggajian tersebut.
Mulai dari trayek mana saja yang akan masuk BTS. Kemudian, baru diketahui berapa sopir yang akan digaji pemerintah.
”Jadi nanti subsidi, gaji sopir akan dibayarkan sesuai UMK. Tapi pelayanan sopir harus sesuai standar yang akan ditentukan," jelas Jaya.
Baca Juga: Pemkot Malang Matangkan Grand Design Pemberdayaan Angkot, Cenderung Pilih Sistem Buy The Service
Dengan begitu, sopir angkot tiap bulan akan mendapat gaji sedikitnya Rp 3,2 juta. Jumlah itu bisa saja bertambah. Itu karena tiap tahun UMK selalu mengalami peningkatan.
Rencana itu sudah disampaikan ke sopir dan paguyuban angkot. Menurut Jaya, mereka menyambut baik skema sopir angkot digaji pemkot. Hanya saja, untuk lebih detail, masih menunggu hasil koordinasi dengan pemerintah pusat.
”Kami ke Kemenhub (Kementerian Perhubungan) mengajukan anggaran bantuan untuk BTS. Setelah itu disetujui, kemudian kami sampaikan lebih detail lagi ke para sopir," terangnya.
Pejabat eselon II B itu mengatakan, beberapa poin yang akan ditingkatkan melalui BTS seperti misalnya penambahan AC.
Kemudian GPS di armada angkot. Serta, larangan angkot untuk ngetem atau menungu penumpang di sembarang tempat.
”Bentuk armada yang dipilih tetap angkot. Kalau bus atau minibus tidak cocok dengan kondisi jalan di Kota Malang," tutur Jaya.
Menanggapi rencana itu, Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Malang Purwono Tjokro Darsono mendukung kebijakan tersebut. Menurutnya, langkah ini akan membuat angkot akan tetap eksis. Sebab, ada peningkatan secara armada dan kesejahteraan sopir bakal lebih diperhatikan.
”Kami masih menunggu konsep detailnya seperti apa. Pasti untuk peningkatan kualitas angkot, kami akan dukung," tandasnya. (adk/adn)
Editor : Aditya Novrian