Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Bukti Judol cuma Tipu-Tipu, Orang di Malang Ini Menang Besar, Akun Diblokir Bandar, Uang pun Lenyap

Fathoni Prakarsa Nanda • Senin, 8 Juli 2024 | 22:53 WIB

Photo
Photo
Pengalaman Para Pejudi Online yang Selalu Berakhir Apes

MALANG KOTA – Judi online sudah merambah berbagai lapisan masyarakat. Lebih sering apes dan kalah, tapi tetap saja ketagihan. 

Butuh waktu cukup lama dan nasib terpuruk untuk menyadari bahwa tak ada yang bisa mendapat untung dari judi online.

Wawancara yang dilakukan wartawan Jawa Pos Radar Malang dengan para pelaku judi onlinemenyebutkan, rata-rata mereka tertarik karena penasaran.

Pejudi pemula biasanya sengaja dimenangkan oleh sistem agar tahu rasanya mendapat uang berkali-kali lipat dari yang disetorkan. 

Setelah itu dimainkan psikologisnya agar tetap mengejar kemenangan Kesimpulan semacam itu diungkapkan Jacky, 22, mahasiswa jurusan sejarah di 

salah satu perguruan tinggi di Kota Malang. 

Dia mengaku sudah menghabiskan sekitar Rp 50 juta untuk main judi online. 

Itu berlangsung dalam kurun waktu 2019 hingga 2024. 

Namun, uang yang kembali kepadanya tidak sampai separo. 

Mahasiswa yang baru saja meraih gelar sarjana itu mengatakan, uang yang dia pakai untuk berjudi berasal dari kiriman orang tuanya. 

Awalnya Jacky menduga situs judi online itu rasional dan bisa melipatgandakan 

uangnya berdasar pengalaman dan pengetahuan. 

Yang terjadi justru sebaliknya. 

Tetap saja tertipu. 

Keyakinan seperti itu muncul lantaran Jacky mengikuti judi online berbasis pertandingan bola di situs bolautama. 

”Analisis pejudi juga ikut andil, sehingga lebih menantang daripada judi slot,” ujar Jacky. 

Dalam situs itu, setiap hari selalu ada jadwal pertandingan bola yang ditampilkan. 

Para pejudi bisa mempertaruhkan uang minimal Rp 800 untuk satu kali permainan. 

Kelipatan atau bet yang digunakan untuk menghitung uang yang didapat jika menang pun berbeda-beda.

Sebagai contoh, pada satu permainan judi ada tiga pertandingan. 

Pejudi harus memilih satu tim dari masing-masing pertandingan untuk dijadikan jagoan. 

Dengan perhitungan bet atau kelipatan 0,75, dia memasang taruhan Rp 30 ribu. 

Jika seluruh tim yang dia pilih dalam masing-masing pertandingan menang, uang taruhannya akan kembali, ditambah untung dari kelipatan Rp 30 ribu dikali bet 0,75. 

Sehingga pejudi yang menang itu men-dapat uang Rp 52,5 ribu.

”Kalau salah satu tim yang dipilih kalah, sudah beda cerita lagi. Uang taruhan otomatis hangus semua,” jelas Jacky. 

Namun yang disukai Jacky, setidaknya pada judi bola ada pertandingan yang bisa dibuat analisis. 

Apalagi pengendali judi bola adalah mafia bola, lebih pasti daripada judi slot. 

Berkat salah satu keberuntungannya, Jacky bisa berlibur ke Bali selama satu bulan. 

Namun setelah itu, dia harus kehilangan lebih banyak uang.

Berbeda dengan Jacky, seorang pegawai kedai kopi bernama Brewok, 24, me-

milih bermain judi slot. 

Dalam kurun waktu empat tahun sejak 2020, dia sudah menghabiskan lebih dari Rp 100 juta. 

Padahal dia tahu judi slot sangat merusak sistem keuangannya. 

Awalnya Brewok men-download aplikasi bernama 365tv karena tertarik tampilan yang menyuguhkan konten dewasa. 

Lama-kelamaan dia bosandengan tampilan tersebut, tapi malah bergeser ke fitur 

permainan. Mulai dari permainan kartu hingga permainan yang mirip candy crush. 

Fitur itu juga menyediakan layanan pembayaran untuk memasang harga taruhan. 

Paling kecil Rp 10 ribu. 

Setelah memasang taruhan, Brewok memainkan permainan yang sudah dipilih dengan bet yang sudah ditentukan bandar. 

Kalau kalah, uangnya akan hangus semua. 

”Pernah sekali main langsung untung gede. Tapi langsung diblok sama bandarnya dan uangnya tidak bisa dicairkan,” lanjutnya.

Menurutnya, pada aplikasi judi slot seperti 367tv atau website judi slot seperti gacor77 dan wajikslot, pengendali langsungnya adalah bandar masing-masing aplikasi dan website. 

Sebagian besar dikendalikan oleh jaringan internasional, utamanya di Hongkong. 

Tidak ada tolok ukur bagi pejudi untuk menganalisis kalah atau menang ketika sedang bermain. 

Juga tidak ada customer service yang bisa dihubungi ketika uang hilang.

Brewok menjadi kecanduan karena pada awal-awal ikut bisa merasakan kemenangan. 

Namun, semakin banyak taruhan yang dia setor, hasilnya semakin sering kalah. 

“Sekarang sepeda motor saya ada di pegadaian, karena kebanyakan main slot,” ujar Brewok. 

Sebenarnya dia tahu betul betul kerugian bermain judi online. 

Namun karena rasa penasaran yang tinggi untuk mengejar kemenangan, sering kali dia tidak sadar untuk kembali menyetorkan uangnya lagi ke aplikasi judi online.

Pernah Brewok mendapat keuntungan tertinggi, yaitu Rp 8 juta. Dari situ dia semakin termotivasi untuk mendapatkan lebih banyak lagi. 

Bahkan Juni lalu, dia sampai menyetor Rp 39 juta. 

Namun semuanya lenyap karena dia tidak menang sekalipun. 

Saat ini Brewok berjanji berhenti bermain slot. 

Sebab, uang bulanan dari kakaknya serta gajinya sebagai penjaga kedai kopi sudah habis. 

Ditambah dia harus membayar uang kuliah tunggal (UKT) untuk studi magisternya di salah satu perguruan tinggi negeri Islam di Kota Malang.

Menurut Jacky maupun Brewok, tidak ada pemain judi online yang bisa membaca algoritma permainan. 

Sebab, semua dikendalikan langsung oleh bandar judi yang rata-rata berada di luar negeri. 

Untuk situs di Indonesia, mereka menyangka itu hanya admin saja. 

Belum sampai bandar yang mengatur segalanya.

Merusak Situs Lain Selain membuat orang kecanduan, permainan judi online juga berdampak terhadap situs lain. 

Salah satu white hacker di Kota Malang, Rezky, pernah diminta tolong 

untuk menghapus iklan judi online yang tiba-tiba muncul di situs tertentu.

Dia menjelaskan, untuk menaikkan situs judi online di Google Index, pemilik game biasanya memasang iklan lebih dulu. 

Sasarannya situs apa pun. 

Termasuk milik instansi pendidikan, pengadilan, dan banyak lainnya. 

”Mereka memasukkan scripttertentu supaya tayang di suatu situs, tapi secara ilegal. Kalau situs tersebut sudah sampai diacak-acak total, membersihkannya susah,” tegas dia.

Rezky menyebut biasanya para pemilik game judi online melakukan scanning atau mencari situs untuk menjadi target. 

Mereka menyasar situs yang rating-nya tinggi dan sering dikunjungi. Kemudian, pemilik game akan melakukan exploit atau peretasan. 

Baru kemudian masuk ke dalam situs yang diinginkan. 

Dampaknya beragam. 

Mulai dari penyebaran ransomware hingga pencurian data.

Untuk menghilangkan pengaruh peretasan, Rezky menyebut bisa sampai seminggu. 

Terutama kalau situs tersebut sudah diacak-acak sampai ke akarnya. 

”Kami sempat ditanya beberapa institusi yang situsnya pernah dimasuki ikan judi online, tentang cara menghilangkannya. Ada juga yang kami bantu tangani,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Diskominfo Kota Malang Muhammad Nur Widianto menyatakan, pihaknya turut melakukan pemantauan judi online. 

Terutama pada ASN dan masyarakat umum. 

Caranya dengan sosialisasi mengenai dampak yang sangat merugikan. 

Pihaknya pun bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait pinjaman online yang kerap digunakan untuk bermain judi online.

Sejauh ini, pihaknya belum mendapat laporan di kalangan ASN. 

Baik mereka yang menjadi pelaku atau terbelit kasus judi online. 

”kami belum punya perangkat untuk melakukan deteksi kh

usus. Upaya pemblokiran sepenuhnya otoritas pemerintah pusat,” tegasnya. (aff/mel/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#akun diblokir #menang besar #judol #Uang lenyap