MALANG KOTA - Soedjito Widjaksono, 68, warga Jalan Candi Ngrimbi, Kecamatan Lowokwaru, tak menyangka namanya muncul di halaman depan koran Jawa Pos Radar Malang edisi 2 Juli lalu.
Dia dinyatakan terpilih sebagai pemenang hadiah undian berupa sepeda motor pada perayaan HUT ke-75 Jawa Pos di Surabaya.
Motor Yamaha Mio itu diserahkan langsung oleh Direktur Jawa Pos Radar Malang Tauhid Wijaya pada Jumat lalu (12/7).
”Kami berlangganan koran Jawa Pos sejak tahun 1989.” ujar Soedjito saat datang ke kantor Jawa Pos Radar Malang bersama sang istri
Dia mengaku sudah rutin membaca Jawa Pos sejak 35 tahun lalu.
Baca Juga: Pelanggan Setia Jawa Pos Radar Malang asal Lowokwaru Raih Sepeda Motor
Saat itu yang berlangganan koran Jawa Pos adalah ayahnya.
Tradisi itu berlanjut kepada dirinya, dan kini bahkan diikuti oleh keluarga adiknya.
Soedjito mengaku suka terhadap semua berita yang setiap hari disajikan Jawa Pos.
Utamanya tentang ekonomi bisnis, kriminal, dan juga iklan-iklan yang ditayangkan.
Satu hal yang dia yakini, informasi yang disajikan koran Jawa Pos Radar Malang lebih akurat.
Apalagi kalau dibandingkan dengan kabar yang menyebar lewat media sosial.
”Alasan lain saya memilih membaca koran karena nyaman. Beda dengan membaca informasi lewat perangkat digital. Tidak bagus untuk kesehatan mata saya, apalagi kalau terlalu lama,” imbuhnya.
Dia juga mengungkapkan pengalaman tak terlupakan bersama Jawa Pos.
Kala itu Soedjito melihat sebuah iklan mobil sedan.
Karena tertarik, dia langsung menghubungi si pemasang iklan. Akhirnya mobil itu berhasil dia beli dengan harga yang cocok.
Ke depan Soedjito berharap Jawa Pos Radar Malang konsisten memproduksi berita-berita berkualitas di koran.
Menurutnya, media cetak tetap dibutuhkan meski saat ini segalanya sudah serba digital.
”Bagi saya, koran memberi alternatif atau pilihan untuk membaca informasi dengan nyaman. Tinggal pakai kacamata baca sudah beres,” terangnya
Soedjito berencana memberikan hadiah sepeda motor itu kepada keponakannya yang berada di Bali.
Sebab dia sudah sepeda motor sendiri.
Sementara motor keponakannya sering mogok.
”Lebih bermanfaat kalau dipakai keponakan saya,” tandasnya. (aff/fat)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana