MALANG KOTA - Rencana revitalisasi Pasar Besar Malang (PBM) masih menggantung. Meski begitu, pemkot memastikan bila upaya pemeliharaan tetap dilakukan.
Pemeliharaan berlangsung mulai bulan ini dan ditarget rampung pada bulan November.
Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang Luh Putu Eka Wilantari mengatakan, ada beberapa bentuk pemeliharaan yang dilakukan di PBM.
Mulai perbaikan pada gorong-gorong yang mampet, keramik pecah, dan pengecatan.
”Saat ini prosesnya sedang berjalan. Kami mulai mendata kebutuhan pemeliharaan,” terang dia, kemarin (15/7).
Untuk kebutuhan pemeliharaan, pemkot mengalokasikan dana Rp 1 miliar dari APBD 2024.
Sebab, hingga kini pengajuan anggaran kepada pemerintah pusat belum menemui titik terang.
Informasi mengenai pemeliharaan PBM itu disambut baik Ketua Himpunan Pasar Besar Malang (Hippama) Agus Didin.
Menurut dia, rencana pemeliharaan itu sudah disampaikan pihaknya sejak akhir 2023.
Agus melanjutkan, ada beberapa bagian yang perlu diperbaiki.
Misalnya, drainase di bagian barat dan timur.
Lalu talang sepanjang sekitar 100 meter.
”Untuk talang tersisa (sepanjang) itu. Yang lain sudah kami perbaiki secara swadaya dengan biaya Rp 80 juta,” imbuh dia.
Selain talang, pihaknya pernah memperbaiki sebagian keramik di lantai satu.
Anggaran yang dikeluarkan sekitar Rp 250 juta.
Namun, perbaikan yang dilakukan hanya skala kecil.
Pihaknya berharap agar bagian-bagian lain juga diperbaiki.
”Tapi sampai sekarang kami belum mendapat informasi lebih lanjut. Sudah saya tagih juga ke diskopindag,” ucapnya.
Terpisah, Sekretaris Komisi B DPRD Kota Malang Arief Wahyudi mengatakan bila pemeliharaan sudah memberi dampak positif bagi pedagang.
Minimal pasar bisa menjadi lebih bersih dan terang.
Ke depan, pihaknya bakal tetap mendorong rencana revitalisasi.
- ”Kami lihat perkembangan. Kalau jadi tahun 2025, maka tidak perlu lagi anggaran perawatan,” terangnya. (mel/by)