Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Makin Habis, Luas Lahan Sawah di Kota Malang Menyusut 9 Hektare

Bayu Mulya Putra • Selasa, 23 Juli 2024 | 22:07 WIB
TERUS MENYUSUT: Kecamatan Kedungkandang menjadi wilayah dengan lahan sawah terluas di Kota Malang. Di sana masih ada 510 hektare lahan sawah.
TERUS MENYUSUT: Kecamatan Kedungkandang menjadi wilayah dengan lahan sawah terluas di Kota Malang. Di sana masih ada 510 hektare lahan sawah.

MALANG KOTA - Hingga kini luas lahan sawah di Kota Malang tersisa 985 hektare. 

Dari total itu, yang aktif ditanami mencakup 977 hektare. 

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang Slamet Husnan merinci, 788 hektare sawah ditanami padi.

Selanjutnya 189 hektare lahan ditanami tanaman lainnya. 

”Memang dari 2022 ke 2023 mengalami penurunan 9 hektare,” kata dia

Dia menyebut hal tersebut terjadi karena banyak masyarakat yang memilih untuk menjual sawahnya daripada mengelolanya sebagai lahan pertanian. 

Baca Juga: Sawah di Malang Susut 6.977 Hektare dalam Lima Tahun

”Banyak orang tua juga yang tidak mau anaknya bekerja sebagai petani, karena dianggap penghasilannya tidak menentu,” imbuhnya. 

Sehingga mereka memilih menjual tanahnya dan dibagikan hasilnya kepada anak-anaknya untuk memulai usaha yang lain. 

Sehingga lahan pertanian mulai terkikis dan tergantikan bangunan perumahan. Slamet menyebut, lahan sawah yang paling banyak tersisa ada di Kecamatan Kedungkandang. 

Luasnya 510 hektare. 

Disusul Kecamatan Lowokwaru dengan 245 hektare. 

”Sedangkan di Kecamatan Klojen tidak memiliki lahan sawah sama sekali,” imbuhnya. 

Untuk itu pihaknya terus mendorong para petani untuk mempertahankan tanahnya. 

Salah satunya dengan cara memberi bantuan pestisida, pupuk hingga bibit tanaman. 

Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Malang Nanang Junaedi mengakui banyak petani yang memilih menjual lahannya. 

Itu dianggap lebih menguntungkan daripada diolah sendiri. 

”Kalau dijual misal di daerah Sukun rata-rata per meter perseginya Rp 2 juta hingga Rp 2,5 juta,” tuturnya. 

Artinya lahan satu hektare bisa laku sekitar Rp 20 miliar. 

Baca Juga: Pemkot Malang Jaga 500 Hektare Sawah Tak Beralih Fungsi

Sedangkan apabila ditanam padi, kata Nanang satu hektare rata-rata bisa menghasilkan 7 hingga 8 ton gabah kering. 

Dengan estimasi harga gabah Rp 7.500 per kilogram. 

Dengan begitu, satu hektare sawah dapat menghasilkan Rp 60 juta sekali panen. 

Nominal itu belum dipotong dengan biaya perawatan dan ongkos pekerjanya. 

Beranjak dari perbandingan itu, lebih banyak pemilik lahan yang memilih menjualnya. 

”Tenaga kerja yang sulit juga jadi alasan petani menjual sawahnya,” imbuhnya. Selain itu juga minimnya generasi penerus yang memilih menjadi petani. (dur/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#9 hektare #luas lahan sawah #Kota Malang #menyusut