MALANG KOTA - Setelah dilantik Jumat lalu (19/7), Direktur Utama Perumda Tugu Tirta (PDAM) Kota Malang Priyo Sudibyo langsung tancap gas melaksanakan program kerjanya.
Tahap awal fokusnya yakni meningkatkan sinergi dengan PDAM Kabupaten Malang dan Kota Batu.
Kemarin (22/7), pria yang akrab disapa Bogank itu mengundang jajaran direksi Perumda Tirta Kanjuruhan (Kabupaten Malang) dan Perumda Among Tirto (Kota Batu) untuk bertemu.
Bertempat di Kantor Pusat Perumda Tugu Tirta, di Jalan Terusan Danau Sentani Nomor 101, Kelurahan Sawojajar, pertemuan itu sekaligus menjadi ajang pengenalan direksi baru kepada karyawan.
Baca Juga: Direksi Baru PDAM Diumumkan Akhir Pekan, Pj Wali Kota Malang Bakal Konsultasi dengan Tim Pansel
Bogank menyematkan jargon baru untuk PDAM Kota Malang.
Yakni “Kuat, Bersinergi, Terbaik”.
Terkait pertemuan dengan dua direksi PDAM dari Malang Raya, Bogank menjelaskan bila itu merupakan langkah awal untuk sinergi yang lebih baik dengan Kota Batu dan Kabupaten Malang.
Sebab, pada kepemimpinan sebelumnya, jalinan komunikasi kurang berjalan maksimal.
”Setelah pertemuan ini, kami khusus akan bertemu bertiga. Pembahasan mengenai penyesuaian terkait MoU (memorandum of understanding),” tuturnya.
Dia menerangkan, penyesuaian itu terkait upaya peningkatan debit dari mata air yang berada di Kota Batu dan Kabupaten Malang.
Sebab, selama ini kebutuhan di Kota Malang masih kurang.
Sehingga, dengan kerja sama yang baik diharapkan ada peningkatan debit air dari dua daerah tersebut.
”Akan dilakukan kerja sama ulang, targetnya ada penambahan debit,” ujar pria yang juga menjadi Ketua Pemuda Pancasila Kabupaten Malang itu.
Adanya peningkatan debit air itu memiliki syarat.
Perumda Among Tirto meminta pada Perumda Tugu Tirta untuk melakukan penyesuaian harga beli air dari Kota Batu.
Sebab, selama 10 tahun tarifnya tidak pernah meningkat.
”Peningkatan tarif itu juga akan kami kaji, sebelum menentukan harus ada beberapa pertimbangan,” tambah Bogank.
Sementara itu, Direktur Among Tirto Kota Batu Edi Sunaedi menyambut baik jajaran direksi baru di bawah kepemimpinan Priyo Sudibyo.
Menurutnya, Bogank merupakan kawan lama.
Sehingga, dia meyakini sinergi dengan PDAM Kota Malang akan berjalan lebih baik.
”Karena kami bertiga ini kawan lama, alhamdulillah tidak ada kendala komunikasi. Komunikasi yang sebelumnya merembet dan akan lebih jernih,” ujar pria yang akrab disapa Sokek itu.
Dia menyampaikan, jika Kota Malang membutuhkan tambahan debit air, harus ada timbal balik yang adil.
Salah satunya yakni peningkatan tarif pembelian air baku dari Kota Batu. ”Sebelumnya kami sudah mengusulkan ada kenaikan tarif, tapi selama lima tahun tidak ada hasilnya. Kami harap ada progres,” terang Sokek. (adk/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana