Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Dua Remaja asal Kedungkandang Malang Menghilang seusai Nonton Bantengan, ke Mana?

Fathoni Prakarsa Nanda • Rabu, 24 Juli 2024 | 22:24 WIB
DALAM PENCARIAN: Sifarah Aprilia Putri (kiri) dan Savana Anastasya belum pulang sejak nonton acara Bantengan di Kelurahan Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang, Minggu malam (21/7).
DALAM PENCARIAN: Sifarah Aprilia Putri (kiri) dan Savana Anastasya belum pulang sejak nonton acara Bantengan di Kelurahan Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang, Minggu malam (21/7).

MALANG KOTA - Terakhir kali Sifarah Aprilia Putri, 14, dan Savana Anastasya, 12, terlihat nonton pertunjukan Bantengan di Kelurahan Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang, Minggu malam (21/7). 

Padahal keduanya pamit kepada sang ibu untuk membeli jajanan dekat rumahnya, Jalan KH Malik Dalam, Kelurahan Buring 

Karena hingga kemarin (22/7) kakak beradik itu belum pulang, pihak keluarga melapor ke Polsek Kedungkandang. 

Dua remaja itu keluar dari rumah pada pukul 19.30. 

Sifarah yang berambut pendek memakai kaus hitam dipadukan celana hitam selutut bermotif kotak-kotak. 

Dia menutupi kepalanya dengan topi berwarna krem, senada dengan warna sebagian rambutnya. 

Baca Juga: Pemuda Asal Malang, Rabu Hilang, Kamis Ditemukan Mengambang

”Adiknya (Savana) juga pakai kaus yang sama dengan kakaknya. Tapi dia pakai celana panjang,” ujar Titik Kristiani, 49, ibunda kakak beradik itu. 

Menurut Titik, kedua anaknya itu tidak pernah pergi dari rumah dalam waktu lama. 

Apalagi sampai tiga hari seperti yang terjadi saat ini. 

Karena itu, Titik sangat gelisah dan khawatir dengan kondisi Sifarah dan Savana yang saat ini entah berada di mana. 

Sehari-hari titik hanya tinggal bertiga bersama dua anaknya yang hilang itu. 

Sifarah adalah anak kelima Titik yang saat ini duduk di bangku kelas delapan MTS Miftahul Ulum, Kelurahan Wonokoyo. 

Sementara Savana adalah anak keenam dan tercatat sebagai siswa kelas enam SD Negeri Buring. 

Suami Titik sudah lama meninggal dunia. 

Anak pertama hingga keempat Titik sudah menikah dan hidup dengan keluarganya masing-masing. 

Sedangkan anak terakhirnya ikut keluarga saudara Titik di Gondanglegi, Kabupaten Malang.

Sebelum kakak beradik itu pergi nonton Bantengan, hubungan keduanya dengan sang ibu baik-baik saja. 

Waktu berpamitan, Titik hanya berpesan agar mereka tidak pulang larut malam. 

”Saya hanya menegaskan maksimal pukul 21.00 harus sudah di rumah,” lanjut ibu tujuh anak itu.

Baca Juga: Akhirnya, Hilang Berhari-hari Bocah Pakis Ditemukan di Bendungan Sengguruh Kepanjen Malang

Namun, Minggu itu Titik menunggu kedua anaknya hingga larut malam. 

Pada hari berikutnya, Titik mencari mereka melalui guru-guru dan teman dekat anaknya di sekolah. 

Dari guru Sifarah di MTS Miftahul Ulum, Titik baru tahu bahwa kedua anaknya sempat melihat acara Bantengan di daerah Wonokoyo, dekat sekolah Sifarah. 

Padahal jarak antara rumah Titik dengan sekolah anaknya sangat jauh. 

Anak kedua Titik yang baru pulang dari Bali juga membantu mencari adiknya. 

Mereka menelusuri jalan-jalan di Kecamatan Kedungkandang. 

Namun hingga kemarin tak membuahkan hasil. 

Akhirnya Titik melapor kehilangan anak ke Polsek Kedungkandang. 

”Masih kami telusuri dari tempat yang paling dekat dengan korban di tingkat 

kelurahan,” ujar Kapolsek Kedungkandang AKP Effendi Budi Wibowo. 

Dia belum bisa memastikan apakah kasus penculikan atau kabur dari rumah. Kedua kakak beradik itu juga tidak membawa ponsel sehingga pelacakannya lebih sulit. 

Jejak dan bukti yang terkumpul masih sangat minim sekali. 

Effendi hanya berharap kasus itu cepat selesai dan kedua anak yang hilang itu segera ditemukan dengan selamat. (aff/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#seusai #Dua #menghilang #Remaja #bantengan #menonton