MALANG KOTA – Beberapa produk kebaya dari perajin asal Malang telah go international.
Salah satunya kebaya yang dibuat Livyla Collection.
Sejak 2017, kebaya dari sana sudah diekspor ke beberapa negara seperti Prancis dan Jepang.
Karina Ayu, staf Livyla Collection mengatakan, untuk satu kali ekspor, mereka bisa mengirim minimal 20 kebaya.
Harganya beragam.
Tergantung jenis kain, motif, dan produk kebaya yang dipilih.
”Paling murah produk kebaya jenis hijab dengan harga Rp 250 ribu dan paling mahal terusan kebaya full bordir yang harganya Rp 3,7 juta,” terang dia, kemarin (24/7).
Selain hijab dan terusan kebaya, Karina menyebut ada beberapa produk lain.
Seperti jacket bomber, kemeja untuk outfit harian, selendang, kipas, outer, hingga tas.
Untuk motif, Livyla Collection mengusung koleksi dengan motif flora dan fauna.
Agar semakin menarik minat pembeli, motif-motif tersebut dipadukan dengan warna kalem serta pastel.
Dengan demikian, produk kebaya mereka terlihat modern sekaligus bisa digunakan berbagai kalangan usia.
”Kalau bahannya kebanyakan silk premium, maxmara, ceruti, katun toyobo, dan organza,” imbuh perempuan asal Kelurahan Blimbing tersebut.
Karina melanjutkan, seluruh kebaya yang dibuat Livyla Collection bekerja sama dengan penjahit-penjahit lokal.
Mulai dari penjahit asal Kabupaten Malang hingga Kota Malang.
Namun, untuk desain dan motif tetap dibuat langsung oleh owner Livyla Collection, yakni Yanti Sri Rahayu Ekowati.
Tak hanya menyasar pasar ekspor, Livyla Collection juga mendapat peminat dari warga lokal.
Misalnya dari kalangan istri pejabat.
Ada beberapa istri pejabat yang pernah memborong produk kebaya Livyla Collection.
Misalnya saja, Evi Sophia yang merupakan istri Panglima TNI Agus Subiyanto.
Selain itu, Selasa lalu (23/7) Livyla Collection juga sempat dikunjungi istri Pj Wali Kota Malang Hanik Andriani Wahyu Hidayat. (mel/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana