Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Sambangi Kota Malang, Begini Pesan Menteri Pariwisata Sandiaga Uno soal Sport Tourism

Fathoni Prakarsa Nanda • Senin, 29 Juli 2024 | 23:18 WIB

KUNJUNGAN LAPANGAN: Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno berbincang dengan peserta pameran produk unggulan 10 desa wisata terbaik di Jawa Timur di Kampung Kajoetangan Heritage kemarin (28/7).
KUNJUNGAN LAPANGAN: Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno berbincang dengan peserta pameran produk unggulan 10 desa wisata terbaik di Jawa Timur di Kampung Kajoetangan Heritage kemarin (28/7).

MALANG KOTA – Sektor pariwisata Kota Malang mendapat catatan khusus dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno.

Salah satunya perlu peningkatan event berskala internasional dan sport tourism.

Dua hak itu bisa memperpanjang masa tinggal wisatawan di Kota Malang.

Saran tersebut diungkapkan Sandi ketika mendatangi Kampung Kajoetangan Heritage kemarin (28/7).

Dia datang untuk melakukan peninjauan langsung kampung yang tahun lalu meraih peringkat 5 Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) Kategori Digital dan Kreatif.

Baca Juga: Menteri Sandiaga Sorot Wisata di Malang

Di lokasi yang sama, Sandi juga melihat satu per satu stan pameran produk unggulan dari 10 desa wisata terbaik di Jawa Timur.

Sebelum mengunjungi Kampung Kajoetangan, Sandi menyempatkan diri olahraga dengan berkeliling Kota Malang.

Dari pengamatan pagi itu, dia memberikan satu catatan.

”Kota Malang saat ini menjadi lebih baik. Potensi wisata masih bisa ditinkatkan,” tuturnya.

Menurutnya, peningkatan yang bisa dilakukan adalah dengan menggelar event berskala internasional.

Selain itu juga bisa diagendakan event sport tourism tahunan.

”Salah satu yang masih kurang di Kota Malang adalah rentang waktu wisatawan menginap. Masih terlalu singkat. Dengan banyaknya event, mereka akan lebih lama menginap di Kota Malang,” sambung Sandi.

Dia mencontohkan agenda sport tourism yang bisa digelar, yakni marathon.

Penyelenggaraannya bisa bekerja sama dengan Kota Batu dan Kabupaten Malang.

”Sektor pendidikan dan kuliner sudah baik. Tinggal digenjot untuk pariwisata,” tandas pria kelahiran Riau itu.

Sedangkan untuk Kampung Kajoetangan Heritage, Sandi memberikan catatan masih kurangnya digitalisasi.

Dalam catatan Kemenparekraf, belum banyak paket yang ditawarkan oleh destinasi wisata tersebut.

Dengan digitalisasi, banyak paket yang bisa ditawarkan melalui aplikasi daring dan akan menambah jumlah kunjungan.

Sementara itu, Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengaku siap menindaklanjuti arahan terkait peningkatan sport tourism.

Dia mengatakan, pada 2025 mendatang akan diselenggarakan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim di Malang Raya.

Ini akan mendatangkan ribuan wisatawan maupun kontingen dari berbagai wilayah di Jatim.

”Memang perlu ada sinergi antara destinasi wisata dengan event. Dengan adanya sport tourism, kami berharap wisata di Kota Malang dikenal,” ujar Wahyu. (adk/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#sport tourism #Kota Malang #sandiaga uno