PAK, Tambah Anggaran Beasiswa SD dan SMP Kota Malang
Aditya Novrian• Selasa, 30 Juli 2024 | 00:28 WIB
Photo
Tahun Ini Disdikbud Tampung 402 Penerima Bantuan Pendidikan
MALANG KOTA - Jumlah penerima beasiswa dari Pemkot Malang untuk jenjang SD dan SMP tahun ini bertambah.
Tercatat ada 402 siswa yang berkesempatan mendapat dana bantuan pendidikan tersebut.
Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang Dodik Teguh Pribadi mengatakan, tahun sebelumnya jumlah penerima beasiswa tak sebanyak tahun ini (selengkapnya baca grafis).
Meski kuota bertambah, anggaran untuk pencairan beasiswa masih sama seperti tahun lalu.
Artinya, disdikbud membutuhkan tambahan dana agar bisa memberikan bantuan kepada penerima beasiswa.
”Dana yang ada mungkin hanya bisa mengakomodasi 80 persen dari total kuota yang diusulkan (402 siswa),” jelas Dodik.
Maka dari itu, kemungkinan disdikbud menambah anggaran pada perubahan anggaran keuangan (PAK).
Dengan begitu, seluruh penerima bisa mendapat dana bantuan secara merata tanpa ada perubahan.
Dodik menambahkan, siswa yang memenuhi kualifikasi penerima beasiswa pada jenjang SMP tidak sebanyak SD.
Itu mengapa penerima jenjang SD lebih banyak.
Dodik menyebut, penerima beasiswa tersebut harus mampu memenuhi beberapa syarat.
”Beasiswa itu khusus siswa yang tidak mampu,” ujarnya.
Ketidakmampuan siswa tersebut bisa dibuktikan melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) atau terdaftar pada Pendataan Kesejahteraan Sosial Kota Malang (PDKTSAM).
Penyeleksian penerima beasiswa bagi siswa tidak mampu tahun ini lebih ketat. Itu mengapa angka peminatnya juga merosot.
Selain itu, siswa tersebut harus juga berprestasi. Baik pada bidang akademik maupun non-akademik.
Prestasi yang dimaksud berupa tingkat kota hingga nasional.
Dapat dibuktikan dengan melampirkan sertifikat atau piagam penghargaan.
Namun, Dodik belum bisa membeberkan berapa nominal yang akan diterima masing-masing siswa nantinya.
Bila berkaca pada tahun sebelumnya, nominal yang diterima pada jenjang SD sebesar Rp 220 ribu per bulan.
Sementara untuk jenjang SMP sebesar Rp 320 ribu per bulan.
Untuk pencairannya akan diterima setiap enam bulan sekali.
Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi D DPRD Kota Malang Suryadi membenarkan jika pemberian beasiswa bertambah namun anggaran yang dimiliki diskdikbud minim.
”Kami mengoptimalkan anggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) murni dulu untuk siswa yang sudah terdaftar lebih dulu,” paparnya.
Sehingga, kuota yang diterima disesuaikan dengan jumlah anggaran yang tersedia.
Suryadi menyebut, pengalokasian dana APBD yang digelontorkan juga perlu memperhatikan skala prioritas.
”Misalnya, alokasi insentif guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) masih belum sepenuhnya disalurkan,” ungkapnya.
Sehingga, otomatis pengalokasian beasiswa juga menunggu prioritas yang lain tuntas.
Kendati begitu, Suryadi menuturkan, kuota beasiswa pendidikan akan memungkinkan jika ditambah.
Sebab, itu masih bisa diusulkan lewat dana dari APBD Perubahan.
”Kalau masih tersisa, maka targetnya bisa tercapai di akhir tahun mendatang,” tutupnya. (ori/adn)