MASTERPLAN drainase sudah disusun Pemkot Malang pada 2023 lalu.
Dokumen tersebut menjadi acuan pemkot untuk menuntaskan masalah banjir.
Targetnya, pada 2028 mendatang Kota Malang bisa bebas dari banjir.
Baca Juga: Kurangi Banjir di Lowokwaru, Pemkot Malang Bangun Dua Drainase Baru
Butuh waktu yang relatif lama untuk menuntaskan problem tersebut.
Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyadari perlu ada langkah bertahap menangani banjir.
Kemampuan APBD jadi masalahnya.
Tahun ini pemkot mengalokasikan anggaran Rp 59 miliar untuk membangun drainase baru di 86 titik.
”Masterplan drainase kami sesuaikan dengan permasalahan ketersediaan dan kemampuan anggaran. Maka kami atur sampai 2028 dengan mempertimbangkan mana saja titik yang prioritas untuk ditangani,” terang Wahyu.
Baca Juga: Disambati Banjir Warga Rampal Claket Malang, Wahyu Hidayat Langsung Keruk Drainase
Di antara yang menjadi perhatian adalah Jalan Kalpataru dan Jalan Kedawung.
Alasannya, kawasan tersebut sering dilanda banjir ketika diguyur hujan deras.
Selain itu, permasalahan banjir, menurut Wahyu, adalah permasalahan yang holistik.
Sehingga penyelesaiannya tidak bisa dilaksanakan hanya di titik-titik tertentu tapi harus secara menyeluruh agar tuntas.
”Sambil kami minta DPUPRPKP untuk melihat bahwa untuk menyelesaikan banjir tidak hanya bisa satu titik. Itu harus dari beberapa titik agar tidak di sini selesai di sana banjir, kan tidak bisa. Harus menyeluruh,” terang Wahyu.
Nantinya juga akan ada kajian-kajian dengan beberapa pihak yang memiliki ilmu untuk menanggulangi banjir agar penanganan dapat efektif.
Wahyu pun optimistis jika seluruh rencana yang telah terpapar di masterplan drainase dapat dilaksanakan dengan lancar, maka misi untuk menebas tuntas banjir di Kota Malang pada tahun 2028 dapat terlaksana. (mel/and)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana