Infografik Beberapa Revisi yang Diajukan PDAM.
Tarif Minimum Penggunaan Air Jadi Poin Utama
MALANG KOTA - Pembangunan Water Treatment Plant (WTP) hampir rampung digarap.
Namun, proses operasional pengelolaan air sungai itu belum bisa dilakukan dalam waktu dekat.
Sebab, Perumda Tugu Tirta (PDAM) berencana mengajukan revisi dokumen kerja sama ke Perum Jasa Tirta (PJT) I.
Baca Juga: Dirut Baru PDAM Malang Janjikan Forum Sambang Pelanggan
Rencana untuk merevisi dokumen kerja sama terkait WTP disampaikan langsung Direktur Umum (Dirut) Perumda Tugu Tirta Priyo Sudibyo.
Dia menyebut revisi yang dilakukan akan menyeluruh (selengkapnya baca grafis).
”Paling utama yang tentang tarif minimum penggunaan air yang menurut kami terlalu tinggi,” ujar pria yang akrab disapa Bogank itu.
Bogank melanjutkan, pihaknya juga akan melihat kemungkinan kalau WTP dijalankan secara parsial.
Sebab, dia merasa sumber air yang ada selama ini dipakai PDAM sebenarnya sudah mencukupi seluruh pelanggan.
Misalnya saja dari Sumber Pitu.
Saat ini, PDAM sedang berupaya untuk menambah kapasitas Sumber Pitu.
Semula, kapasitas Sumber Pitu hanya 80 meter kubik dan akan ditambah menjadi 140 meter kubik.
Selain itu, Sumber Pitu, ada Sumber Banyuning di Kota Batu yang akan ditambah kapasitasnya.
Untuk diketahui, dalam pembangunan WTP ada kerja sama antara PDAM dan PJT I.
Kerja sama tersebut berbentuk build operate transfer (BOT).
Artinya, sebelum menjadi aset pemkot, WTP masih dikelola PJT I. Pengelolaan berlangsung selama 20 tahun.
Selama jangka waktu itu, air baku yang dihasilkan dari WTP dibeli PDAM dari PJT I.
Kendati demikian, bangunan WTP dengan kapasitas 200 liter per detik yang sudah ada bukan berarti tidak digunakan.
Baca Juga: Tarif Dasar PDAM Kota Malang Berpotensi Naik
”Nanti tetap digunakan, tapi mungkin tidak dalam waktu dekat. Karena kami ingin mengoptimalkan sumber air yang sudah ada,” tegasnya.
Yang tidak kalah penting, lanjut Bogank, pihaknya bakal terus memantau perizinan WTP.
Sebab, hingga kini perizinan analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) masih dalam proses.
Terpisah, Direktur PJT I Fahmi Hidayat mengungkapkan, sejauh ini belum ada pembahasan bersama PDAM untuk kelanjutan WTP.
Namun, pihaknya tetap berharap agar operasional WTP segera berlangsung.
”Setelah pembangunan rampung, harapan kami tentu segera dilakukan operasional,” ucapnya.
Saat ini, Fahmi menjelaskan bahwa WTP masih dalam comissioning.
Tepatnya pengujian infrastruktur di dalamnya.
Dari pantauan koran ini kemarin, infrastruktur WTP juga sudah selesai dibangun.
Para pekerja juga mulai melakukan running pompa agar air sungai sampai ke WTP. (mel/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana