MALANG KOTA - Guru pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kota Malang bisa bernapas lega.
Pasalnya, dinas pendidikan dan kebudayaan (disdikbud) menepati janjinya untuk memberikan insentif selama 12 bulan.
Janji tersebut telah dibuktikan dengan disdikbud menambah anggaran Rp 6 miliar pada Perubahan APBD 2024.
Kepala Disdikbud Kota M
Baca Juga: Disdikbud Kota Malang Tetapkan Bahasa Inggris Mulai Diajarkan di SDalang Suwarjana mengatakan, alokasi anggaran insentif PAUD awalnya hanya Rp 17 miliar saja.
Jumlah tersebut terbilang kurang. Karena jumlah guru PAUD se-Kota Malang mencapai 2.522 orang.
”Idealnya butuh anggaran Rp 22,5 miliar karena tiap guru kami berikan jatah Rp 750 ribu per bulan,” jelas Jana.
Sebelumnya, disdikbud hanya mencairkan insentif PAUD selama 9 bulan saja.
Hal itu lantas dirasa kurang. Dirinya optimistis bila pengajuan tersebut dapat disetujui DPRD Kota Malang.
”Bulan Oktober, November, dan Desember sudah pasti aman,” kata Jana.
Terpisah, Kepala PAUD Permata Ibu Oys Septa Damayanti membenarkan pencairan insentif awalnya hanya sembilan bulan.
Itu sempat disampaikan saat dirinya menandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) beberapa waktu lalu.
Oys mengaku sudah menerima pencairan tahap pertama minggu lalu.
”Tahap pertama kami terima pencairan enam bulan,” ujarnya.
Idealnya, setiap insentif akan diterima selama 12 bulan dengan proses pencairan sebanyak dua kali.
Yakni pada bulan Juni dan Desember.
Jika mulanya bulan Desember dirinya akan menerima tiga bulan, maka dipastikan nantinya akan diterima secara utuh setelah dana dari PAK sudah dicairkan.
Baca Juga: Perkuat Pendidikan Inklusi, Disdikbud Kota Malang Terapkan Terobosan Pembelajaran ABK
Oys mengaku lega jika pencairan insentif bisa diterima secara penuh.
Dirinya menuturkan ada sebanyak tiga guru yang mengajar.
Sementara seluruhnya rutin mendapat insentif.
”Alhamdulillah kami sangat terbantu dengan adanya insentif,” tutup wanita asal Gading Kasri itu. (ori/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana