MALANG KOTA – Revitalisasi skala besar di Terminal Arjosari sudah berlangsung mulai pekan lalu.
Perbaikan dilakukan terhadap pelataran dan badan jalan, saluran drainase, ruang tunggu, shelter keberangkatan, hingga kantor terminal lama.
Selama revitalisasi, pihak Terminal Tipe A Arjosari memberlakukan buka tutup pada jalur bus, utamanya pada saat pengaspalan.
Pantauan wartawan koran ini kemarin (6/8), revitalisasi sudah berlangsung untuk bagian depan atau pintu masuk bus.
Para pekerja juga sudah mulai membongkar aspal pelataran menggunakan alat-alat berat.
Koordinator Satuan Terminal (Korsatpel) Tipe A Arjosari Maria Margareta mengatakan, pihaknya tetap menjamin kenyamanan penumpang selama berlangsungnya revitalisasi.
Karena itu dilakukan sejumlah perubahan pengaturan, khususnya di bagian jalur bus.
Pihaknya juga sudah melakukan penghitungan agar tidak mengganggu bus yang akan keluar maupun masuk.
”Jalur bus termasuk salah satu bagian yang direvitalisasi. Kami akan memberlakukan buka tutup jalur. Kalau satu bagian sedang dilakukan pengaspalan, bagian lain ditutup. Begitu pula sebaliknya,” sebut dia.
Maria menambahkan, revitalisasi yang sedang dilakukan merupakan kegiatan dari Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah XI Provinsi Jawa Timur.
Bagian yang direvitalisasi memang sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan.
Seperti aspal, drainase, ruang tunggu, shelter keberangkatan, hingga kantor terminal lama.
Revitalisasi itu menggunakan dana dari Kementerian Perhubungan. Jumlahnya mencapai Rp 23 miliar.
”Perkiraan kami, seluruh prosesnya bisa rampung pada Desember. Kalau pun harus extend mungkin hanya satu bulan,” terang Maria.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jawa Timur Ery Sadewo mengatakan, perbaikan tidak hanya dilakukan pada jalur bus.
Tapi juga loket untuk pembelian tiket.
”Jadi harus dikosongkan untuk sementara. Namun, waktu pengosongan dan perbaikan atap loket masih menunggu seluruh material siap,” terangnya.
Khusus untuk jalur angkot, perbaikan dilakukan langsung oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang.
Salah satunya membangun koridor kecil untuk pejalan kaki yang terhubung menuju ke jalur bus.
”Pembangunan koridor sudah berjalan sejak pekan lalu.
Tujuannya agar penumpang tidak kepanasan atau kehujanan,” ungkap Kepala Dishub Kota Malang R Widjaja Saleh Putra. (mel/fat)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana