Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Heroik! Warga Perumahan Istana Dieng Suguhkan Teatrikal Malang Bumi Hangus

Fathoni Prakarsa Nanda • Senin, 12 Agustus 2024 | 22:20 WIB
SERU: Warga Perumahan Istana Dieng bersama Komunitas Reenactor Ngalam dan komunitas mobil jeep menyuguhkan teatrikal Malang Bumi Hangus tadi malam (11/8).
SERU: Warga Perumahan Istana Dieng bersama Komunitas Reenactor Ngalam dan komunitas mobil jeep menyuguhkan teatrikal Malang Bumi Hangus tadi malam (11/8).

MALANG KOTA - Semarak perayaan HUT Ke-79 Kemerdekaan RI makin terasa sejak pekan kedua bulan ini.

Contohnya di Perumahan Istana Dieng, Jalan Bukit Dieng Raya, Kelurahan Pisang Candi, Kecamatan Sukun.

Kemarin (11/8), warga di perumahan tersebut menggelar festival dan teatrikal.

Kegiatan dimulai sejak pukul 15.30.

Ada beberapa stan yang menyediakan kuliner untuk pengunjung yang diberikan secara gratis.

Ada pula penampilan beragam cosplay.

Mulai dari kostum tradisional seperti pakaian Suku Dayak hingga kostum hewan eksotis seperti dinosaurus.

Puncaknya adalah teatrikal dengan judul Malang Bumi Hangus.

Sesuai judulnya, teatrikal itu menampilkan kondisi Kota Malang saat terjadi bumi hangus setelah pemerintah memproklamirkan kemerdekaan.

Berdasar catatan sejarah, Belanda belum sepenuhnya memberi pengakuan setelah momen Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1045.

Bahkan, pada 30 Juli 1947, Belanda menyerang Kota Malang.

Sebelum Belanda datang ke Malang, ribuan bangunan dibakar oleh warga.

Salah satunya Balai Kota Malang.

Peristiwa pembakaran itu dikenal dengan Clash I atau Malang Bumi Hangus.

Teatrikal kemarin ditampilkan dengan meriah.

Tampak pemeran pejuang Indonesia menggunakan seragam cokelat.

Mereka membentuk pertahanan menggunakan karung.

Kemudian, empat mobil Jeep datang mengangkut para pemeran tentara Belanda.

Setelah turun, mereka meledakkan petasan yang merepresentasikan meriam.

Teatrikal itu ditampilkan Komunitas Reenactor Ngalam.

Menurut Ketua Komunitas Reenactor Ngalam Eko Irawan, ada 50 orang dari komunitasnya yang ikut terlibat.

Ada pula orang-orang dari komunitas mobil Jeep.

Mereka menggunakan seragam khas pejuang dilengkapi replika senjata api.

”Kami mempersiapkan ini selama empat hari. Memang mendadak, tapi alur cerita sudah kami riset,” ungkapnya. (mel/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#dieng #warga #Festival #perumahan #teatrikal