RATUSAN talent dengan berbagai kostum berjalan di Alun-Alun Jember pada 3 Agustus 2024.
Mereka berpartisipasi memeriahkan Jember Fashion Carnaval (JFC) yang mengusung semangat Wonderful Archipelago Carnival Indonesia (WACI).
Di antara kostum-kostum tersebut, ada yang dibuat oleh costume maker asal Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Alfian Cahya.
Pria berusia 31 tahun itu menciptakan kostum setinggi 180 meter dengan sub tema wayang.
Tampak sangat eksotis saat dikenakan salah satu talent yang berjalan di depan para perempuan berbusana carnival.
Kostum tersebut didominasi warna cokelat tua kemerahan.
Mata merah dan taring yang tajam menunjukkan bahwa karakter yang diusung punya sifat jahat.
Apalagi dilengkapi jari tangan maupun kaki yang panjang.
Kepalanya berjumlah empat yang masing-masing dihiasi mahkota.
”Kostum itu terinspirasi tokoh Rahwana dalam cerita wayang. Tapi, tentu dengan sentuhan-sentuhan pengembangan,” ucap Alfian saat ditemui kemarin (14/8).
Dalam mitologi Hindu, Rahwana adalah raja raksasa berkepala sepuluh, penguasa kerajaan Alengka, sekaligus tokoh antagonis utama dalam sastra Hindu Ramayana.
Dia menjelaskan, JFC 2024 digelar dengan tema Algorithm Beyond Binary of Our Story.
Tema tersebut dapat dimaknai sebagai kehidupan dari awal manusia lahir hingga kembali kepada Tuhan.
Terdapat 10 sub tema pada acara itu.
Salah satunya wayang yang juga dapat diartikan sebagai bayangan.
Dalam kehidupan, bayangan sifat manusia ada bermacammacam.
Seperti baik, jahat, penolong, dan sebagainya.
Sementara dalam penokohan bisa dikategorikan sebagai protagonis dan antagonis.
”Saya memilih untuk menunjukkan sifat antagonis sebagai penyeimbang. Karena kontingen lain sudah menunjukkan karakter protagonis,” ujarnya.
Alfian mampu menyelesaikan pembuatan kostum tersebut dalam waktu sekitar 30 hari.
Padahal saat itu dia juga sedang mengerjakan banyak pesanan untuk acara karnaval lainnya.
Biasanya, untuk membuat kostum dari bahan busa ati memerlukan waktu 45 sampai 60 hari.
Busa tersebut dipotong-potong untuk mempermudah pembentukan.
Kemudian digabung menjadi satu dengan memanaskan sisi-sisi busa supaya saling menempel.
Seluruh sambungan dilapisi lagi dengan busa ati yang lebih tipis agar terlihat samar.
”Kostum ini memiliki berat sekitar 15 kilogram. Untuk bagian kepala saja beratnya sekitar 2,5 kilogram,” kata anak pertama dari tiga bersaudara itu.
Untuk menopang berat kostum, dia menambahkan besi penyangga di bagian telapak kaki.
Besi itu juga bisa mempermudah talent untuk berjalan.
Kiprah Alfian di bidang costume maker dimulai sejak 2018 lalu.
Saat itu dia mengerjakan kostum tanpa bantuan orang lain.
Setahun kemudian Alfian mulai mendirikan PS Project bersama teman-temannya.
Sejak saat itu, dia mulai mengikuti event besar tahunan.
Seperti Malang Flower Carnival (MFC), Pesona Gondanglegi, hingga JFC.
Bahkan, setiap tahun sejak 2019 dia berpartisipasi dalam event JFC yang sudah berskala internasional.
Terhitung sudah empat kali PS Project menjadi kontingen JFC.
Tidak hanya menyediakan kostum besar untuk event, dia juga menyewakan kostumkostum untuk karnaval.
Pemasarannya pun semakin berkembang.
Juli 2024 lalu, lima kostum bikinannya dibeli orang Uni Emirat Arab (UEA) untuk event e-sport di Dubai.
“Kostum yang dibeli bulan lalu itu ada sayap-sayapnya. Jadi, saya beri harga sekitar Rp 7-8 juta per kostum,” pungkasnya. (*/fat)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana