MALANG KOTA – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Malang memiliki tujuh kursi di legislatif, menempati urutan ketiga setelah PDIP dan PKB.
Namun, mereka tidak memiliki kader internal yang akan dicalonkan menjadi wali kota.
Kader internal yang diusung akan ditawarkan menjadi calon wakil wali kota kepada Wahyu Hidayat atau Moch. Anton.
Ketua Pemenangan Pilkada PKS Kota Malang Trio Agus Purwono menyampaikan, partainya hampir pasti mengusung Ahmad Fuad Rahman yang merupakan kader internal PKS.
Posisinya sebagai calon wakil wali kota.
Kursi calon wakil wali kota akan diserahkan kepada partai lain.
Trio mengakui, ada kemungkinan pihaknya bergabung dengan Partai Gerindra yang mencalonkan Wahyu Hidayat.
Bisa juga merapat ke PKB yang akan mencalonkan Moch. Anton.
”Saat ini masih dinamis. Rekomendasi calon wali kota dan wakil wali kota akan diumumkan langsung oleh DPP,” ujarnya.
Meskipun ada dua pilihan, Trio mengatakan bahwa PKS Kota Malang lebih condong untuk merapat ke Wahyu Hidayat.
Artinya, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Kota Malang memprioritaskan terbentuknya pasangan Wahyu-Fuad.
”Kami punya prioritas seperti itu dan berharap DPP punya sikap yang sama, tandas pria yang juga anggota DPRD Kota Malang itu.
Sementara itu, Ketua Desk Pilkada PKB Kota Malang Abdurrochman menuturkan, sebelumnya memang ada pertemuan antara tim PKB dan PKS.
Menurutnya, pihak PKS melakukan agar Ahmad Fuad bisa dicalonkan sebagai wakil wali kota, berpasangan dengan Anton.
”Banyak yang melirik calon wali kota dari PKB. Selain PKS, Golkar juga datang ke kami menanyakan kemungkinan koalisi,” tutur Abdurrochman.
Namun, hingga kini PKB belum menentukan siapa yang akan menjadi pasangan Anton. (adk/fat)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana