Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Ikut Amankan 147 Senjata AK-47 di Afrika Selatan, Ellent Mahda Rizkiadewi Membagikan Kisahnya Saat Bertugas

Fathoni Prakarsa Nanda • Sabtu, 17 Agustus 2024 | 19:27 WIB

KENANGAN: Ellent Mahda Rizkiadewi melaksanakan tugas sebagai pasukan PBB di Goma, Afrika Selatan pada 2019 lalu.
KENANGAN: Ellent Mahda Rizkiadewi melaksanakan tugas sebagai pasukan PBB di Goma, Afrika Selatan pada 2019 lalu.

Letda CAJ (K) Ellent Mahda Rizkiadewi termasuk anggota TNI yang memiliki banyak prestasi di bidang olah raga.

Mulai dari voli, bela diri, hingga menembak.

Pada 2019 lalu, dia mendapat kesempatan untuk bergabung dengan Satgas PBB untuk menjaga perdamaian di Afrika Selatan.

ELLENT mendaftar program Bintara PK TNI AD pada 2008, sesaat setelah lulus SMA.

Beberapa prestasi di bidang olah raga voli diacantumkan dalam berkas pendaftaran.

Di antaranya, juara 2 bersama tim Persatuan Bola Voli (PBV) Petrokimia Gresik dalam Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur saat masih SMP.

Meski memiliki sertifikat juara, Ellent tetap mengikuti rangkaian seleksi Dari sekitar 200 pendaftar, Ellent berhasil lolos untuk ikut pendidikan bersama 11 orang lainnya.

”Tidak ada alasan khusus mendaftar TNI. Pikiran saya waktu itu agar bisa segera kerja dan sukses,” ucap perempuan yang kini berdinas di Korem 083/Bdj Malang, tersebut.

Selepas menempuh pendidikan selama 10 bulan, Ellent ditempatkan di Markas Ko mando Daerah Militer V/ Brawijaya, Kota Surabaya.

Dia dan empat bintara perempuan mendapat posisi sebagai staf teritori.

Itu berlangsung hingga 2011.

Di tengah kesibukan menjadi staf, Ellent tetap rutin mengasah kemampuan bermain voli.

Dia kerap diminta mewakili Kodam V/Brawijaya di berbagai ajang voli.

Kendati demikian, Ellent tidak melupakan kewa jibannya sebagai bagian dari angkatan bersenjata.

Dia tetap mengikuti latihan fisik seperti bela diri hingga menembak.

Untuk bela diri, Ellent mem pelajari beberapa jenis.

Misalnya, Judo, Muay Thai, Taekwondo, hingga Yongmoodo (seni bela diri asal Korea Selatan).

Sementara latihan menembak, dia berlatih menggunakan pistol.

Ellent juga menjajal berbagai ajang kompetisi dan meraih prestasi.

Termasuk juara 1 Yongmoodo kelas 65, serta juara II Kejuaraan Yongmoodo Piala Kasad.

”Banyak atasan yang kemudian melihat kemampuan saya,” cerita Ellent.

Salah satunya almarhum Brigjen TNI Imam Budiman yang dulu pernah menjabat sebagai Asisten Operasi (Asops) KodamV/Brawijaya.

Oleh almarhum Imam, Ellent ditawari pergi ke luar negeri dalam rangka bertugas sebagai Satgas PBB di Afrika Selatan.

Sebenarnya Ellent dijadwal kan berangkat pada 2016.

Namun, pemberangkatan itu ditunda karena permintaan

suami Ellent, Mohammad Chairil Anam Rusdianto.

Anam meminta Ellent fokus memiliki anak terlebih dulu.

Tak lama kemudian, Ellent hamil.

Saat anak sulung Ellent yang bernama Srikandi Rizkia Anam berusia 17 bulan, Ellent akhir nya berangkat ke Afrika Selatan.

Tepatnya tanggal 3 Desember 2019.

Tentu bukan hal mudah.

Ellent harus menyapih putrinya dan menitipkan Srikandi ke ibunya di Tulungagung.

Sebab, suaminya menjalani Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa).

Ellent kemudian tergabung dalam Satgas Indo Rapidly Deployable Battalion (RDB) 39B Monusco Congo dengan Batalyon 503.

Ada 850 per sonel yang berangkat ke Goma, Afrika Selatan.

Mereka berasal dari angkatan darat, angkatan laut, dan angkatan udara.

”Kami merupakan pasukan gelombang dua yang diberangkatkan,” cerita Ellent.

Perempuan asal Gresik itu mengungkapkan, saat per tama kali tiba, kondisi di sana benarbenar tertinggal.

Banyak kasus busung lapar, pemerkosaan, hingga kekerasan terhadap anak dan

perempuan.

Anakanak kecil kerap berebut makanan bekas meski sudah dibuang.

Di Goma juga masih sering terjadi gesekan antara warga sipil.

Karena kondisinya cukup berisiko, Ellent dan personel perempuan lainnya dibekali peralatan pengamanan.

Ada rompi baja tebal yang harus digunakan setiap bepergian.

Kalau tidak, mereka akan mendapat hukuman.

Kemudian, ada Revolver FF1V1 yang popornya bisa dilipat serta Pistol P1.

Dalam sebuah patroli malam, Ellent bersama tim berhasil mengamankan 147 pucuk senjata AK47.

Senapan serbu buatan Rusia disimpan warga dengan alasan untuk melin dungi diri.

Melalui negosiasi yang dilakukan komandan satgas, para warga lokal mau menyerahkan senjata mereka.

Misi yang diikuti Ellent berlangsung 1,5 tahun.

Selama itu pula, Ellent harus menahan rindu pada anak dan suaminya.

”Saat pulang ke Indonesia, anak saya hampir tidak menge nali. Padahal setiap hari video call. Dia memanggil saya dengan sebutan Mbak. Seminggu kemudian dia kembali memanggil saya mama,” pungkasnya lantas terkekeh. (mel/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Ellent Mahda #anggota TNI #senjata ak-47 #afrika selatan