MALANG KOTA – Aktivitas merayakan HUT Ke-79 RI masih berlangsung hingga kemarin (18/8).
Sejumlah kelurahan di Kota Malang mengadakan karnaval dengan berbagai tema.
Semuanya menarik minat warga untuk menonton.
Seperti yang dilakukan Kelu- rahan Karangbesuki, Kecamatan Sukun.
Mereka membuat kejutan dengan membentangkan bendera merah putih sepanjang 79 meter.
Puluhan warga yang bertugas juga tampak bersemangat dengan menggunakan pakaian biru yang identik dengan Arema.
Bendera itu dibentangkan sambil berjalan mulai dari Jalan Galunggung, memutar hingga Jalan Raya Tidar.
Lurah Karangbesuki Endik Srihartanto, 40, mengatakan bahwa persiapan karnaval hanya berlangsung satu bulan.
Fokus utamanya adalah meningkatkan kerukunan warga dengan bersama-sama menyemarakkan peringatan HUT kemerdekaan.
“Selain bendera 79 meter, kami juga menyuguhkan berbagai kesenian, baju adat, dan kreasi warga,” ujar Endik.
Sejumlah pakaian adat yang diusung seperti pakaian adat Papua, Aceh, dan Madura.
Ada juga yang menampilkan pakaian zaman kerajaan maupun penjajahan Jepang.
Sebagian lagi menampilkan kesenian jaran kepang, tari topeng, reog, hingga bantengan.
Sedikit berbeda, Kelurahan Jodipan mengusung tema daur ulang dalam karnaval tahun ini.
Tampak 17 maskot dari 17 RT yang ikut karnaval memakai gaun-gaun hasil olahan limbah.
Menurut Ketua RT 11 RW 6 Kelurahan Jodipan Edi Suyono, tema karnaval kali ini mengedepankan kreativitas.
Tujuannya untuk memberikan edukasi masyarakat bahwa sampah masih memiliki manfaat.
“Kreatif tidak harus mahal,”ujar Edi. (aff/fat)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana