MALANG KOTA – Jumlah penerangan jalan umum (PJU) terus ditambah.
Tahun ini Pemkot Malang menambah sebanyak 546 unit.
Ratusan unit itu akan terpasang di 12 titik (selengkapnya baca grafis).
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang Dandung Djulharjanto mengatakan, sebelumnya berencana menambah 439 unit PJU.
Baca Juga: Tahun Ini Pemkot Pasang 1.000 PJU Tenaga Surya
Namun, ada usulan tambahan dari masyarakat.
Terkait titik mana saja yang paling banyak dipasang PJU, Dandung menyebut ada di daerah Kedung kandang.
”Ada empat titik di sana dengan spesifikasi lampu 40-100 watt,” terang Dandung kemarin.
DPUPRPKP akan menggunakan dua jenis PJU. Yakni PJU konvensional dan PJU tenaga surya.
Secara rinci, untuk jumlah PJU tenaga surya terdiri dari 14 unit jenis smart.
Sementara sisanya PJU tenaga surya biasa yang berada di jalan lingkungan.
Harganya pun berbeda.
Untuk satu PJU tenaga surya jenis smart mencapai Rp 20 juta.
Sementara harga PJU konvensional hanya Rp 5 juta.
Kemudian, tahun ini ada juga PJU yang direhabilitasi.
Jumlahnya sebanyak 78 unit.
Ada yang tiangnya diganti hingga PJU yang instalasinya diperbaiki.
Penambahan PJU tahun ini lebih sedikit.
Pada 2023, DPUPRPKP meamsang 550 unit PJU dan 190 titik yang direhabilitasi.
Berkurangnya jumlah pengadaan PJU karena anggaran sempat dipangkas.
”Dengan penambahan itu, jumlah PJU akan semakin banyak. Saat ini, berdasar Laporan Penyelenggara Pemerintah Daerah (LPPD) jumlah PJU ada 24.534 unit,” beber Dandung.
Baca Juga: Truk Tabrak PJU dan Trotoar, Es Balok Berceceran
Dengan bertambahnya jumlah PJU, anggaran yang dikeluarkan untuk biaya listrik bertambah.
Pada perubahan anggaran ke uangan (PAK), DPUPRPKP men dapat tambahan dana Rp 6 miliar.
Itu termasuk dengan anggaran untuk rehabilitasi jalan.
Terpisah, Kepala Subbidang Pajak Daerah II Bidang Pajak Daerah Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang Ramdhani Adhy Perdana menyebut, saat ini besaran PPJ yang sudah masuk Rp 40 miliar.
Hal tersebut masih harus digenjot karena target PPJ tahun 2024 sebesar Rp 61 miliar.
Ramdhany optimistis pihaknya bisa memenuhi target.
Seperti tahun 2023, realisasi PPJ bisa menyentuh Rp 69 miliar dari target Rp 68 miliar.
”Capaian pajak ini untuk ekstensifikasi non PLN dan rekonsiliasi Bapenda dengan PLN,” jelasnya. (mel/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana