MALANG KOTA - Momen pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru (PKKMB) di kampus negeri turut mendongkrak pendapatan driver ojek online (ojol).
Puluhan ribu mahasiswa baru (maba) memilih naik ojol untuk berangkat dan pulang.
Itu membuat orderan di sejumlah driver ojol mengalami peningkatan.
Dalam sehari, Dadang Haryono, salah satu driver ojol mengaku bisa mendapat Rp 200 ribu hingga Rp 250 ribu.
”Kalau hari biasa paling hanya Rp 100 ribu sampai Rp 150 ribuan saja,” terangnya.
Dadang memilih mangkal di dekat kampus UM dalam dua hari terakhir.
Dari sana, kadang dia juga menerima order secara offline.
Baca Juga: Sempat Mengeluh Asma, Driver Ojol di Malang Ditemukan Gantung Diri
Dalam satu hari, dia bisa bolak-balik hampir 10 kali perjalanan.
Itu mengapa dirinya bersama rekan driver ojol lainnya memilih untuk menetap di sana.
Supriyadi, driver ojol lainnya juga mengalami peningkatan pendapatan.
Dalam sehari, dia mampu mengumpulkan Rp 200 ribu saat musim PKKMB.
Padahal, pada hari biasa dia hanya mendapat sekitar Rp 100 ribu.
”Ya naik hampir dua kali lipat kalau musim maba seperti ini,” kata Supri.
Salah satu maba Universitas Negeri Malang (UM) Himmatul Ulya Handa mengaku memilih naik ojol untuk pulang pergi PKKMB.
Baca Juga: Driver Ojol Tewas Kecelakaan di Pakisaji Malang, Diduga Ngantuk sebelum Tabrak Truk
Gadis yang akrab disapa Ulil itu menyebut, regulasi PKKMB memang melarang maba untuk membawa kendaraan pribadi ke kampus.
”Orang tua saya kerja, jadi lebih milih naik ojol saja,” kata dara asal Kelurahan Polowijen, Blimbing itu.
Dibandingkan dengan naik transportasi umum, dia menilai naik ojol lebih efektif.
Terlebih dia juga bisa langsung dijemput dan diantar ke rumah. (ori/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana