MALANG KOTA – Ada-ada saja ulah Vitaly Neborachok, wisatawan asal Spanyol saat melancong di Kota Malang.
Dia nekat memarkir Honda PCX selama tiga hari di trotoar Jembatan Tunggulmas, Kecamatan Lowokwaru, sejak Sabtu malam (17/8) hingga kemarin (20/8).
Saat ditanya polisi, Vitaly mengaku tidak punya kartu parkir di apartemen yang dia sewa dan terpaksa memarkir motor sewaan itu di jembatan.
Keberadaan motor dengan nopol B 5869 BFB di trotoar Jembatan Tunggulmas itu sempat membingungkan warga.
Sebab, awalnya tidak ada yang tahu siapa pemilik motor tersebut.
Karena diparkir selama tiga hari dan tidak ada yang mengambil, warga berinisiatif melapor ke polisi.
Baca Juga: Tidak Sepi, 65 Ribu Wisatawan Masuk Kebun Teh Wonosari Kabupaten Malang
Kemarin, Kapolsek Lowokwaru Kompol Anton Widodo menuju lokasi kejadian untuk menindaklanjuti laporan warga.
Dia sempat mengira pemilik kendaraan sedang melakukan aktivitas di bawah jembatan.
“Barangkali pemiliknya memancing ikan dan men- ginap di sana,” ucap Anton.
Setelah ditelusuri, ternyata tidak ada tanda-tanda keberadaan pemilik kendaraan di bawah jembatan.
Indikasi adanya penculikan, pembunuhan, maupun bunuh diri pun tidak terlihat.
Selang beberapa saat, seorang warga negara asing (WNA) berlari-lari menghampiri polisi.
Dia membawa Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) serta kunci sepeda motor.
Kepada polisi, WNA itu mengaku bernama Vitaly Neborachokdari Spanyol.
”Niatnya mampir ke Malang untuk berwisata sebelum berlanjut jalan-jalan ke Bali,” sambung Anton.
Di Malang, bule itu menyewa sepeda motor PCX Putih dari tukang rental.
Vitaly berencana tinggal selama seminggu di Kota Malang dan menyewa apartemen.
Tapi, karena tidak memiliki kartu parkir di apartemen tempat dia menginap, motor yang dia sewa diparkir di jembatan.
Apalagi jarak antara apartemen dengan jembatan itu tidak jauh.
Akhirnya, Vitaly hanya diberi teguran presisi oleh Polsek Lowokwaru.
Setelah itu dia kembali menuju apartemen dan membawa motor sewaannya. (aff/fat)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana