Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pemkot Malang Kebut Proyek 16 Titik Drainase

Bayu Mulya Putra • Rabu, 21 Agustus 2024 | 22:30 WIB

RaMPUng noVEMBER: Box culvert sudah tersedia di Jalan Sigura-gura, kemarin. Di lokasi itu bakal dibangun sudetan baru.
RaMPUng noVEMBER: Box culvert sudah tersedia di Jalan Sigura-gura, kemarin. Di lokasi itu bakal dibangun sudetan baru.

MALANG KOTA - Pembangunan drainase terus berlanjut.

Hingga akhir tahun, Pemkot Malang menarget ada 16 titik drainase yang telah dibangun.

Bila ditotal, program drainase tahun ini mendapat anggaran Rp 60 miliar.

Titik pengerjaan drainase tersebar di beberapa lokasi.

Seperti di Jalan Cempaka Kuning, Jalan Siguragura, Jalan Simpang Gajayana, Jalan Joyo Tambaksari, Jalan Joyo Agung dan Janti Selatan.

Kemudian di Jalan Bandulan, Jalan Sebuku dan Jalan Kyai Parseh Jaya.

Dari pantauan wartawan koran ini, salah satu titik yang akan dilakukan pengerjaan berada di Jalan Siguragura.

Tampak box culvert sudah berada di sisi bahu jalan.

Tinggal dilakukan pengerjaan.

Baca Juga: Satgas PU Kota Malang Normalisasi Drainase di Rampal

Diperkirakan pembangunannya bakal berlangsung hingga bulan November.

Proyek di sana merupakan sudetan untuk mengurangi genangan di Jalan Galunggung.

Seperti diketahui, proyek jacking (gorong gorong bawah tanah) di Jalan Bondowoso Jalan Galunggung belum bisa dilanjutkan setelah sempat mengalami sengketa hukum.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang Dandung Djulharjanto menuturkan, pembangunan drainase tahun ini difokuskan di Kecamatan Lowokwaru.

Itu sudah dengan masterplan drainase Kota Malang bebas banjir tahun 2028.

”Tahun 2023 kemarin fokusnya di Kedungkandang, sekarang pembangunan di Lowokwaru. Salah satu prioritasnya di Jalan Siguragura, untuk mengurangi genangan Jalan Galunggung,” tutur Dandung.

Dia mengatakan, pengerjaan di 16 titik tahun ini beragam.

Ada yang dibangun jaringan baru.

Ada yang peningkatan volume jaringan drainase, serta penyambungan agar jaringan tersistem.

”Setelah APBD perubahan kami langsung gas pengerjaan. Paling lambat pengerjaan rampung November,” tutur Dandung. (adk/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Drainase #pembangunan #Pemkot Malang