MALANG KOTA - Potensi calon kepala daerah (cakada) mengalami depresi akibat gagal terpilih mulai diantisipasi sejumlah rumah sakit (RS).
Salah satunya di RSUD Dr Saiful Anwar (RSSA).
Sebanyak 20 tempat tidur sudah disiapkan RSSA untuk menampung cakada yang depresi karena pilkada.
Sebelum dirawat, cakada yang depresi akan diobservasi terlebih dahulu.
”Karena itu kami menyediakan pelayanan konseling, pemeriksaan, dan terapi di poliklinik atau ruang pemeriksaan khusus,”
jelas Direktur RSSA Dr dr Mochammad Bachtiar Budianto SpB (K) Onk Finacs kemarin.
Pihaknya memahami setiap pemilu dan pilkada ada lonjakan pasien yang mengalami depresi.
Mereka tentu membutuhkan konseling.
Menurut Bachtiar, pada umumnya orang-orang enggan dirawat di ruang jiwa karena malu.
Namun, pihaknya tetap nenyediakan ruangan jika ada pasien yang membutuhkan.
Termasuk bagi pasien rujukan dari luar Kota Malang.
Untuk penanganan cakada yang depresi, pihaknya juga menggandeng beberapa bidang.
Misalnya saja dokter dari bidang psikologi dan psikiater.
Apakah selama ini ada laporan mengenai pasien dari politisi yang mengalami depresi? Bachtiar menyebut ada beberapa.
Namun, biasanya tidak secara spesifik disebutkan ke tenaga medis.
RSSA juga ditunjuk menjadi tempat tes kesehatan cakada dari delapan daerah di Jawa Timur (Jatim).
Dua di antaranya adalah Kota Malang dan Kabupaten Malang.
Kepala Klinik General Check Up (GCU) RSSA dr Muhayati Kusuma W menjelaskan, pemeriksaan kesehatan dijadwalkan berlangsung pada 29 Agustus sampai 2 September.
Meliputi pemeriksaan jasmani hingga pemeriksaan penunjang lainnya.
Total, ada 11 pemeriksaan yang akan dilakukan.
Baca Juga: Dua Rumah Dinas Pensiunan Dokter Dikosongkan RSSA Malang, Sempat Tolak Pindah Meski Disurati 6 Kali
”Antara lain pemeriksaan fisik oleh dokter spesialis penyakit dalam,” kata Muhayati.
Di samping itu, ada pemeriksaan THT, mata, gigi, mulut, neurologi, jantung, paru, laboratorium, radiologi, pap smear, dan pemeriksaan penunjang medis.
Untuk mendukung 11 pemeriksaan itu, pihaknya menyediakan lima ruangan.
Sementara dari tenaga medis ada 40 orang.
Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Medik RSSA dr I Wayan Agung Indrawan SpOG(K) menambahkan, ada banyak permintaan tes kesehatan dari daerah lain di Jatim.
Namun, pihaknya membatasi.
Sehingga hanya cakada dari delapan daerah yang melakukan tes kesehatan di RSSA.
”Seperti cakada dari Kota Batu tidak di sini. Melainkan di RSUD Karsa Husada,” terangnya.
Pria yang akrab disapa Iwa itu menyatakan, dengan banyaknya jumlah cakada yang dari luar kota, mereka akan melakukan berbagai penyesuaian.
Termasuk menyediakan pemeriksaan pada Sabtu.
”Untuk kuota per hari, kami akan memeriksa sembilan bacakada,” imbuh dia.
Ditanya terkait pemeriksaan pada pemilihan periode sebelumnya, Iwa mengungkapkan jika seluruh cakada lolos pemeriksaan.
Hanya ada satu yang tidak lolos karena saat tes narkoba positif.
Baca Juga: 29 Pasien Berhasil Transplantasi Ginjal di RSSA
Namun saat dicek ternyata positif palsu.
Sebab, sebelum tes calon yang bersangkutan mengonsumsi obat batuk dan obat flu.
”Karena itu, kami mengimbau agar tidak meminum obat batuk atau flu dulu. Untuk hasilnya akan keluar 3 September,” tandas lelaki yang juga dokter spesialis obgyn tersebut. (mel/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana