Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Penambahan Pengawas Sekolah di Kota Malang Masih Belum Jelas

Aditya Novrian • Minggu, 1 September 2024 | 03:00 WIB

FOKUS : Kekompakan guru SMPN 3 Malang, saat mengikuti lomba memperingati HUT RI ke-79, kemarin (15/8).
FOKUS : Kekompakan guru SMPN 3 Malang, saat mengikuti lomba memperingati HUT RI ke-79, kemarin (15/8).

Disdikbud Menunggu Kabar Lanjutan dari BKN

MALANG KOTA - Minimnya jumlah pengawas sekolah di Kota Malang mengundang beberapa masalah.

Salah satunya, beban tugas pengawas menjadi lebih banyak.

Mengingat hingga pertengahan Agustus jumlah pengawas sekolah jenjang SD dan SMP hanya 20 orang.

Rinciannya yakni 13 orang di jenjang SD.

Serta tujuh orang di jenjang SMP.

Baca Juga: Lantik Pejabat Pengawas dan Administrator, Pj. Walikota : Untuk Meningkatkan Kinerja Pemkot Malang

Padahal, jumlah kebutuhan pengawas sekolah di Kota Malang idealnya adalah 40 orang.

Jumlah itu diambil dari banyaknya sekolah. Yakni 285 lembaga SD dan 116 lembaga SMP.

”Idealnya per satu pengawas paling banyak mengawasi 10 sekolah saja,” kata Kepala Bidang (Kabid) Ketenagaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang Tujuwarno kemarin.

 Tapi dengan melihat kondisi saat ini, membuat para pengawas sekolah yang ada harus merangkap tugas.

Bahkan beban tugas yang diberikan bisa mencapai 30 hingga 50 persen dari porsi yang seharusnya.

Sehingga, tak heran kinerja pengawas harus memperhatikan skala prioritas.

Tuju menambahkan, usulan tambahan pengawas sekolah itu sudah diajukan kepada Badan Kepegawaian Negara (BKN) sejak tahun lalu.

Namun, hingga kini usulan tersebut belum juga ditanggapi.

Dirinya tak tahu pasti apa penyebab lambannya surat keputusan untuk menugaskan pengawas yang baru.

Dirinya mengaku tetap berkoordinasi dengan seluruh pengawas sekolah yang ada.

 Terlebih jika tugasnya overload, akan dibantu untuk diskusi bersama.

”Kami targetkan tahun depan jumlah pengawas (sekolah) sudah ditambah. Semoga saja bisa,” ujar pejabat eselon III B Pemkot Malang itu.

 Pada bagian yang lain, salah satu pengawas sekolah Siswanto Wijaya mengaku cukup kewalahan dengan tugas yang diterima saat ini.

Dia harus menghandle sebanyak 21 sekolah sekaligus. Siswanto lebih banyak berkutat mengawasi jenjang SD.

Namun, kadang juga mengawasi beberapa SMP.

Baca Juga: 20 Pengawas Sekolah di Kota Malang Diizinkan Rangkap Jabatan

Menurutnya, peninjauan sekolah untuk satu pengawas idealnya adalah satu sekolah per hari.

”Bahkan hari ini (kemarin), saya ke dua sekolah sekaligus. Cukup memakan waktu yang banyak,” kata Siswanto.

Bertambahnya beban tugas yang diberikan juga tak memengaruhi dengan besaran honor yang diberikan.

Dirinya hanya mampu mengusahakan yang terbaik hingga ada pengawas baru yang ditugaskan.

Jika ada tambahan pengawas sekolah, beban tugasnya akan terasa ringan. (ori/adn)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#pengawas #SD dan SMP #Kota Malang #sekolah