Tempat-tempat yang menyediakan fasilitas stress release semakin banyak bermunculan.
Ada yang mengusung konsep rage room, dengan menyediakan sejumlah barang untuk dihancurkan.
BANYAK cara yang dilakukan seseorang untuk meluapkan amarah dan emosi terhadap sesuatu.
Ada yang memilih diam dan memendamnya.
Ada juga yang memilih melakukan sesuatu.
Salah satunya dengan memecahkan benda-benda sekitar.
Kebiasaan beberapa orang itu menjadi inspirasi terbesar Muhammad Raffi Akbar, Owner Plaanet Stress Malang.
Dia sengaja membuat ruangan untuk membantu seseorang meluapkan emosi dengan memecahkan sejumlah barang.
Baca Juga: Pound Fit Jadi Obat Penghilang Stress
Seperti botol kaca, helm hingga televisi.
Usaha itu baru digeluti empat bulan, namun sudah ramai pengunjung.
”Saya sempat survei beberapa lokasi, kebetulan memang Malang banyak mahasiswa,” terangnya.
Usaha yang terletak di Jalan Raya Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, itu memberikan kebebasan kepada pengunjung untuk mengekspresikan emosinya dengan menghancurkan perabotan yang telah disediakan.
Bisa dibanting, bisa juga dipukul dengan tongkat yang telah disediakan. Selama proses itu, pengunjung tidak perlu khawatir.
Sebab mereka sudah menjamin keamanan di ruangan. Raffi turut menyediakan alat pelindung lengkap seperti sarung tangan, sepatu tebal dan helm pelindung.
”Kalau dipukul memang serpihan kacanya berbahaya terkena muka,” kata pria asal Palembang itu.
Ada beberapa paket yang dapat dipilih pengunjung.
Harganya mulai dari Rp 30 ribu hingga Rp 165 ribu. Itu tergantung dengan jumlah dan jenis barang yang hendak dihancurkan.
Juga bergantung pada durasi. Dalam kurun waktu empat bulan ini, dia sudah menghabiskan 40 ribu botol kaca.
”Kalau yang datang ke sini mayoritas memang usia remaja atau mahasiswa,” bebernya.
Sementara, perempuan mendominasi gender para pengunjung.
Mereka biasanya datang bersama antara tiga hingga empat orang.
”Kalau di atas pukul 11 malam malah banyak yang sendirian,” lanjut Raffi.
Dia menyebut, jam-jam tengah malam memang rawan orang yang banyak pikiran.
Itu mengapa dia buka hingga tengah malam.
Baca Juga: 5 Insipirasi Kegiatan Penghilang Stress Ramah Kantong
Tak jarang dia juga menjadi tempat curhat pengunjung yang datang sendirian.
Atau kadang dia berinisiatif untuk mendatangi dan menanyakan problem kliennya.
”Kasihan memang, kebanyakan masalah keluarga,” beber dia.
Raffi merasa senang bisa menyediakan tempat khusus untuk orang meluapkan emosi.
”Biasanya datang mukanya sedih, pulang dari sini saya terlihat lega, jadinya saya ikut senang,” tandas alumnus Universitas Sriwijaya itu.
Salah satu pengunjung Plaanet Stres Riswara Hanny Thalia mengaku lega setelah memecahkan benda-benda di sana.
Dia sengaja mencoba opsi itu untuk self-healing.
Baca Juga: Bikin Aurel Stress, Atta Halilintar Penjarakan YouTuber Savas Fresh
”Kebetulan emang lagi stres, jadi coba ke sini,” ucap Hanny.
Mahasiswi Universitas Brawijaya (UB) itu sebelumnya sering memendam masalah.
Dari mencoba memecahkan barang di Plaanet Stres, dia merasa emosinya tersalurkan.
”Ingin coba lagi kalau lagi burn-out,” tutupnya. (ori/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana