Masuk Tender, Ditarget Tuntas sebelum Akhir Tahun
MALANG KOTA - Sampai bulan September, rencana revitalisasi Alun-Alun Merdeka belum terlaksana.
Itu membuat Pj Wali Kota Malang Iwan Kurniawan memberi perhatian khusus.
Secara khusus, dia meminta pengerjaannya bisa dimulai maksimal pertengahan bulan ini.
Agar dua alun-alun di Kota Malang samasama terpoles (selengkapnya baca grafis).
Sebagai informasi, revitalisasi Alun-Alun Merdeka bakal dilaksanakan melalui dana CSR (Corporate Social Responsibility) Bank Jatim.
Baca Juga: 15 PKL Alun-Alun Merdeka Kota Malang Diangkut Paksa Satpol PP
Nilainya mencapai Rp 6 miliar.
Dana itu digunakan untuk penambahan ornamen lampu yang desainnya mirip seperti di Kajoetangan Heritage dan Alun-Alun Tugu.
Rencananya juga ada penambahan kursi, perbaikan air mancur, dan penambahan bunga.
Kemudian juga dilakukan perluasan di arena playground. Sebelumnya, revitalisasi itu hendak dimulai bulan Mei lalu, atau setelah Lebaran.
Peletakan baru pertama juga sudah dilakukan Pj wali kota saat itu, Wahyu Hidayat.
Namun, pembangunannya masih belum terlaksana hingga bulan ini.
”Saat ini dalam proses tender. Kami usahakan prosesnya dipercepat,” tutur Pemimpin Unit Hubungan Kelembagaan Bank Jatim Pusat Retno Handayani.
Baca Juga: Revitalisasi Alun-Alun Merdeka Malang Segera Dimulai
Dia menyebut ada beberapa proses yang harus dilalui. Itu membuat pengerjaan tidak sesuai jadwal.
Seperti perencanaan, pemilihan tim teknis dan persiapan konsultan pengawas.
”Kami akan langsung koordinasi untuk percepatan. Agar alun-alun bisa dinikmati masyarakat sebelum akhir tahun,” ujar Retno.
Pj Wali Kota Malang Iwan Kurniawan sepakat dengan target Bank Jatim untuk merampungkan revitalisasi sebelum tahun berganti.
Pasalnya, Alun-Alun Merdeka menjadi salah satu spot favorit masyarakat untuk menghabiskan momen pergantian tahun.
Di sisi lain, Iwan juga meminta pengerjaan jangan asal-asalan.
Harus ada quality control yang baik, agar aman dan nyaman untuk digunakan masyarakat.
”Seperti misalnya untuk material toilet, perlu yang bagus. Supaya bisa digunakan masyarakat hingga jangka panjang,” tutur Iwan. (adk/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana