Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Program Makan Bergizi Gratis di Malang Sedot Rp 4,5 Miliar Per Hari

Fathoni Prakarsa Nanda • Senin, 9 September 2024 | 21:30 WIB
Infografik perkiraan biaya makan gratis jenjnag TK sampai SMP.
Infografik perkiraan biaya makan gratis jenjnag TK sampai SMP.

Untuk 456.069 Pelajar TK hingga SMP di Malang Raya

MALANG KOTA – Pelaksanaan program makan bergizi gratis yang dijanjikan presiden terpilih Prabowo Subianto membutuhkan dana tidak sedikit.

Untuk anak TK hingga pelajar SD dan SMP, anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp 4,56 miliar per hari.

Itu pun dengan batasan Rp 10 ribu untuk satu porsi.

Sebab, jumlah pelajar TK hingga SMP di Malang Raya mencapai 456.069 orang.

Khusus untuk Kota Malang, data pokok pendidikan (dapodik) menunjukkan terdapat 122.458 siswa jenjang TK hingga SMP.

Rinciannya, 19.246 merupakan siswa jenjang TK, 69.129 siswa jenjang SD, dan 34.083 merupakan jenjang SMP.

Biaya makan siang gratis untuk mereka diperkirakan mencapai Rp 1,2 miliar.

Kepala bidang (Kabid) Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang Muflikh Adhim mengatakan, estimasi alokasi anggaran akan dihitung tiap siswa.

Jumlah siswa tersebut secara resmi akan terdata melalui dapodik.

“Kisarannya per siswa akan dijatah sebesar Rp 10 ribu untuk satu kali makan,” terangnya.

Adhim berencana menggandeng kalangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk menyediakan suplai makanan ke sekolah-sekolah.

Skema pertama, setiap UMKM bisa mewadahi satu kecamatan.

Artinya, paling tidak mereka harus bisa menyuplai 55 hingga 60 sekolah.

”Memang setiap kecamatan jumlah sekolahnya berbeda. Kami bisa kondisikan,” ujarnya.

Skema lain adalah memberdayakan lebih dari satu UMKM.

Per kecamatan paling tidak akan menggandeng lima UMKM.

Sedangkan bahan makanan akan tetap dipasok oleh Pemkot Malang.

Setiap UMKM ditarget untuk menyediakan makanan dengan harga Rp 10 ribu per porsi.

Itu dihitung untuk penyediaan nasi, lauk-pauk, sayur, dan susu.

Masih ada lagi kebutuhan untuk alat yang digunakan memasak dan ongkos kirim makanan ke sekolah-sekolah.

Pengiriman makanan bisa memanfaatkan ojek online (ojol) saat jam istirahat.

Dengan demikian, program itu tak hanya menguntungkan UMKM setempat.

Namun juga meningkatkan kesejahteraan para driver ojol di sekitar sekolah.

“Makanya kami perlu buat timeline agar makanan sampai tepat waktu,” kata pria asal Pandanwangi itu.

Adhim menambahkan, program makan gratis tak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan gizi siswa.

Namun juga meningkatkan perputaran ekonomi di Kota Malang.

Banyaknya UMKM yang bermunculan akan diberdayakan untuk menunjang pelaksanaan program.

“Kalau makanan bergizi, kami harap output-nya juga akan berprestasi,” tandas pejabat eselon IIIB Pemkot Malang itu.

Surplus Bahan Baku di Kabupaten Malang

Di Kabupaten Malang, pemerintah setempat sudah menyiapkan dapur sehat sebagai percontohan program makan bergizi untuk pelajar di Jawa Timur.

Fasilitas itu dibangun di samping markas Komando Distrik Militer (Kodim) 0818 Kepanjen.

Bupati Malang H M. Sanusi menjelaskan, Kabupaten Malang ditunjuk sebagai percontohan karena surplus bahan baku.

Sebagai contoh, produksi padi surplus sekitar 131 ribu ton per tahun.

Daging ayam surplus sekitar 9 ribu ton per tahun.

Kemudian telur ayam surplus sekitar 20 ribu per tahun.

Sementara ikan tuna surplus sekitar 9 ribu ton per tahun.

Begitu pula produksi susu sapi yang surplus sekitar 118 ribu ton per tahun.

Dengan produksi sekitar 143 ribu ton per tahun, Kabupaten Malang bahkan mampu menyumbang 31,06 persen kebutuhan susu di Jawa Timur dan 17,15 persen kebutuhan nasional.

“Dengan bahan baku yang disediakan oleh petani dan peternak, perputaran uang diprediksi mencapai Rp 10 triliun per tahun,” kata Sanusi.

Sebagai contoh, satu dapur sehat ditarget mampu menyediakan 3.000 porsi makanan bergizi.

Terdiri dari nasi, lauk-pauk, sayur-mayur, buah-buahan, dan susu sebagai pelengkap.

Untuk nasi, setiap orang rata-rata mengonsumsi sekitar 200 gram.

Jika dikalikan dengan 3.000 porsi maka dibutuhkan sekitar 600 kilogram.

Dengan harga beras premium sekitar Rp 15.000, maka sudah terjadi perputaran uang sekitar Rp 3,28 miliar per tahun.

Itu hanya untuk satu dapur sehat.

Sementara itu, menurut data pokok pendidikan (dapodik), jumlah siswa TK di Kabupaten Malang sekitar 47 ribu anak, siswa SD sekitar 167 ribu, dan siswa SMP sekitar 91 ribu.

Artinya, sasaran program makan bergizi sekitar 305 ribu orang.

Dengan sasaran sebanyak itu, untuk beras saja sudah terjadi perputaran uang sekitar Rp 333,97 miliar.

Belum termasuk perputaran uang akibat konsumsi ayam, ikan, sayur-mayur, dan buah-buahan.

 Akan tetapi, skema pengadaan bahan baku tersebut masih dalam tahap pembahasan.

“Maka dari itu, dari program makan bergizi diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Karena bahan baku dibeli dari petani dan peternak lokal,” tandasnya.

Pakai Daging Minimal Rp 12 Ribu

Kondisi sedikit berbeda terjadi di Kota Batu.

Baik Pj Wali Kota Batu maupun Dinas Pendidikan Kota Batu masih enggan untuk menjelaskan program makan bergizi untuk pelajar TK sampai SMP.

“Masih menunggu regulasinya turun,” ucap singkat Pj Wali Kota Aries Agung Paewai.

Wartawan koran ini mencoba melakukan survei ke beberapa rumah makan di Kota Batu untuk mengetahui rentang harga ideal porsi makanan yang seimbang.

Harga yang didapatkan berkisar Rp 10 ribu hingga Rp 12 ribu.

Untuk porsi makan Rp 10 ribu sudah mendapatkan lauk seperti tempe atau telur beserta sayur dan nasi.

Sementara jika lauk yang diinginkan berupa daging ayam maupun ikan, maka harga yang di banderol paling murah Rp 12 ribu.

Salah seorang pedagang lauk pauk Hani Jumronah mengatakan, tingginya harga bahan pokok mempengaruhi harga makanan jadi.

Karena itu, satu porsi makanan dengan komposisi lengkap seperti ayam, sayur, dan nasi dihargai Rp 12 ribu.

”Jika lauknya tidak daging, dapat diturunkan menjadi Rp 10 ribu per porsi,” jelasnya.

Kemudian, jika melihat data pokok pendidikan, di Kota Batu terdapat 28.611 siswa mulai jenjang TK hingga SMP.

Rinciannya, 4.587 siswa TK, 14.956 siswa SD, dan 9.068 siswa SMP.

Jika menggunakan harga makanan Rp 12 ribu per porsi.

Maka biaya untuk makan 28.611 siswa per hari mencapai Rp 343 juta.

Tapi kalau menggunakan acuan Rp 10 ribu per porsi, biayanya sekitar 286 juta per hari.

Estimasi tersebut hanya pada sektor makanan.

Sementara, sektor lain seperti air minum, jasa antar makanan ke sekolah, serta harga pembungkus makanan masih belum terhitung.

Tak hanya sektor UMKM yang terdampak tetapi juga para petani.

Pasalnya mayoritas petani di Kota Batu menanam tanaman holtikultura yang diperlukan sebagai bahan dasar sayur mayor untuk program makan siang gratis. (ori/ yun/sif/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Per Hari #program Makan Bergizi Gratis #Miliar #Sedot