MALANG KOTA – Pembangunan lift khusus disabilitas di Mal Pelayanan Publik (MPP) segera dikebut.
Mulai awal September lalu, Pemkot Malang mulai melakukan lelang tender proyek tersebut. Itu dilakukan karena pemasangan lift akan dikerjakan mulai bulan depan.
Rencana penyediaan lift untuk disabilitas itu sudah tercetus sejak 2022 lalu. Meski demikian, pemkot baru menyusun detail engineering design (DED) tahun lalu.
Anggaran untuk lift khusus kemudian diusulkan untuk masuk dalam APBD 2023, tapi sepanjang tahun 2023 prosesnya tak kunjung terlaksana.
Sebab, pemkot butuh melakukan survei untuk pemesanan lift dari luar negeri.
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) Kota Malang Arif Tri Sastyawan mengatakan, proses lelang ditargetkan bisa tuntas bulan ini.
”Anggarannya (pembangunan lift khusus) sekitar Rp 771 juta,” kata dia, kemarin.
Ada beberapa konstruksi yang dilakukan seperti pengerjaan tanah, pengerjaan beton, pengerjaan plasteran, pengerjaan plafon, pengecatan, pemasangan kaca, hingga pemasangan instalasi listrik.
Diperkirakan lift bisa beroperasi pada awal 2025. Arif merinci lift khusus yang akan dibangun memiliki kapasitas maksimal enam orang.
Tujuannya untuk memberikan fasilitas kepada kelompok rentan. ”Misalnya saja lansia, disabilitas, hingga ibu hamil,” jelas pejabat eselon II B Pemkot Malang tersebut.
Selama ini, MPP baru memiliki sepasang eskalator yang terletak di tiga lantai. Padahal, kelompok rentan juga butuh mengurus perizinan atau administrasi lainnya.
Sebab ke depan, kebutuhan lain seperti transaksi perbankan juga membutuhkan data kependudukan.
”Misalnya saja data kependudukan seperti KTP dan identitas kependudukan digital (IKD),” pungkasnya. (mel/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana