Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tenang, tidak Ditutup! Rekayasa Lalin di Jalan Buring Kota Malang Direvisi, Begini Perubahannya

Bayu Mulya Putra • Selasa, 10 September 2024 | 20:24 WIB
Photo
Photo

Atasi Kepadatan Kendaraan, Ruas Jalur Diperlebar

MALANG KOTA - Uji coba rekayasa lalu lintas di Jalan Buring sudah berlangsung selama sepekan.

Hingga kemarin (9/9), dampak dari uji coba tersebut belum cukup signifikan.

Karena itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang sedikit melakukan perubahan rekayasa di Jalan Buring.

Perubahan yang dilakukan berupa pelebaran ruas jalan. Tepatnya ruas jalan dari arah Jalan Jalan Buring ke Jalan Brigjen Slamet Riyadi.

Sementara ruas jalan dari Jalan Brigjen Slamet Riyadi sedikit dipersempit.

Untuk diketahui, saat ini dishub membagi Jalan Buring yang berukuran sekitar tujuh meter menjadi dua ruas.

Pembagian ruas itu dilakukan menggunakan 57 water barrier.

”Semula kami bagi dengan perbandingan 50 persen,” kata Kepala Dishub Kota Malang R Widjaja Saleh Putra.

Dengan perbandingan 50 persen, masing-masing ruas jalan memiliki lebar 3,5 meter.

Namun, karena kendaraan dari Jalan Bromo menuju Jalan Buring dan Jalan Brigjen Slamet Riyadi lebih padat, maka ruas jalan dari Jalan Buring ke timur ditambah menjadi lima meter.

Sehingga bisa dilalui satu mobil dan beberapa motor. Sementara ruas jalan untuk kendaraan dari Jalan Brigjen Slamet Riyadi menuju Jalan Buring dipersempit menjadi dua meter.

Jalur itu hanya bisa dilalui satu mobil. Selebihnya, lanjut Jaya, belum terlihat dampak yang signifikan.

Kemungkinan, dampak uji coba rekayasa lalu lintas baru terasa pekan ini. Sebab, ada libur panjang mulai 14 September sampai 16 September mendatang.

”Kalau pekan ini yang terasa pada akhir pekan saja atau jam-jam kerja seperti pagi dan sore hari,” imbuh pejabat eselon IIMB Pemkot Malang tersebut.

Ditanya terkait jangka waktu uji coba rekayasa lalu lintas di Jalan Buring, Jaya belum bisa memastikannya. Namun, kemungkinan berlangsung selama satu bulan untuk melihat hasilnya.

Jika ada dampak signifikan, kemungkinan akan diberlakukan seterusnya.

”Nanti reklame di Jalan Buring akan digeser untuk memperbesar manuver kendaraan,” ucapnya.

Mantan kepala bagian layanan pengadaan barang/jasa sekretariat daerah Kota Malang itu menambahkan, uji coba rekayasa lalu lintas dilakukan untuk mengurangi volume kendaraan yang akan mengarah ke Jalan Basuki Rahmat.

Jadi, kendaraan tidak harus lurus ke Jalan Basuki Rahmat. Namun bisa belok kanan ke Jalan Buring.

Di tempat lain, Lurah Kelurahan Oro-Oro Dowo Solikin menyebut, sejauh ini belum ada keluhan dari masyarakat terkait uji coba rekayasa tersebut.

Pihaknya hanya meminta agar masukan-masukan dari warga saat sosialisasi bisa dipenuhi.

”Misalnya saja (masukan untuk) penambahan rambu-rambu penunjuk arah,” ucap dia. (mel/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#direvisi #lalin #rekayasa #buring malang