MALANG KOTA - Pj Wali Kota Malang Iwan Kurniawan bakal melakukan terobosan baru di bidang persampahan.
Yakni dengan membuat prototipe Tempat Pembuangan Sampah (TPS) anti-bau.
Pada akhir tahun 2024, direncanakan ada empat TPS yang akan ditingkatkan untuk percontohan.
Karena program prototipe TPS tidak tercantum dalam APBD 2024, Iwan bakal menawarkan rencana itu ke perusahaan swasta.
Tepatnya dengan skema corporate social responsibility (CSR).
”Ketika empat TPS ini sukses. Kami ingin bisa diterapkan di seluruhnya kelurahan Kota Malang,” tuturnya.
Empat TPS yang dipilih di antaranya yakni TPS Kartini di Jalan Cokroaminoto, Klojen dan TPS Purwantoro di Sulfat.
Selanjutnya ada TPS Merjosari di Kecamatan Lowokwaru dan TPS Kedungkandang.
Untuk mewujudkan TPS anti-bau, ada beberapa fasilitas yang akan ditingkatkan.
Desain empat TPS itu dibuat tertutup.
Kemudian juga akan dilengkapi pagar dan dipasangi CCTV.
”Kami juga tambah bak penampungan sementara,” terangnya.
Untuk pengangkutan sampah, Pemkot Malang akan menertibkan jadwalnya.
Maksimal dilakukan pukul 07.00.
Di atas jam tersebut, sampah akan ditolak.
”Itu untuk menghindari pengangkutan jam 8 pagi yang bisa mengganggu aktivitas warga,” tutur Iwan.
Untuk mewujudkan tertibnya jadwal, Iwan bakal mengumpulkan lurah dan camat di wilayah TPS tersebut.
Mereka diinstruksikan melakukan sosialisasi kepada masing-masing warganya.
”Jadi nanti pengawasan selain dari DLH akan dibantu camat dan lurah,” tambahnya.
Pemkot juga sudah mengestimasi kebutuhan biaya.
Kebutuhannya antara Rp 200 juta sampai Rp 300 juta untuk satu titik.
Tergantung luas lahan di TPS.
Paling banyak di TPS Purwantoro, senilai Rp 372 juta (selengkapnya baca grafis).
Sebab, di sana TPS nya memiliki luas lahan 106 meter persegi.
Menanggapi rencana itu, anggota DPRD Kota Malang Ginanjar Yoni Wardoyo mendukung langkah pemkot.
Selama ini, problem penambahan TPS terjadi karena adanya penolakan masyarakat.
Ketika pemkot bisa membuat TPS anti-bau, dipastikan tidak ada lagi penolakan.
”Selain tidak bau, kami harap TPS bisa memberikan dampak ekonomi kepada warga sekitar. Seperti bisa didaur ulang,” kata politisi Partai Gerindra itu. (adk/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana