PRESTASI di level nasional kembali ditorehkan siswa-siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Malang.
Mereka membawa pulang 14 medali dari dua kompetisi di bidang ilmu pengetahuan.
Yakni Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2024, Kompetisi Sains Madrasah (KSM) 2024 yang dilaksanakan bersamaan dengan Madrasah Young Researchers Supercamp (Myres).
Pada OSN 2024 yang dilaksanakan di Jakarta pada 26-30 Agustus lalu, MAN 2 Kota Malang membawa pulang 2 medali emas, 5 perak, dan 3 perunggu.
Kemudian pada KSM dan Myres 2024 di Ternate pada 2-6 September, mereka meraih 2 emas dan 2 perunggu.
Perolehan itu menjadikan MAN 2 Kota Malang sebagai juara umum, mengalahkan SMA/ MA di seluruh Indonesia.
MAN 2 Kota Malang sudah menjaga tradisi juara umum sejak 2018.
Namun, gelar juara umum sebelumnya selalu di dapat dari satu event.
OSN saja, atau KSM saja.
Tahun ini menjadi pencapaian tertinggi karena bisa menjadi juara umum sekaligus.
Membuktikan bahwa sekolah berbasis madrasah tidak hanya unggul dalam hal pendidikan agama.
Tetapi juga bisa menjadi yang terbaik di bidang akademik.
Persiapan yang dilakukan kontingen dari MAN 2 Kota Malang tidak jauh beda dengan sekolah-sekolah lain.
Yakni karantina selama satu bulan agar fokus mempelajari materi olimpiade.
”Anakanak kami tidak hanya menambah intensitas belajar, tapi juga ibadahnya,” kata Ketua Program Olimpiade dan Riset MAN 2 Kota Malang Wulaida Zuhriyana.
Satu bulan sebelum menjalani kompetisi, 45 siswa mengikuti karantina dengan didampingi para tutor.
Baik dari guru MAN 2 Kota Malang maupun alumni yang pernah menjuarai olimpiade.
“Alumni olimpade yang sekarang kuliah di Jakarta, Singapura, Thailand itu ikut memberikan materi secara online,” ungkap guru matematika tersebut.
Selama karantina, para siswa juga dijadwal melakukan ibadah dan berdoa di sela-sela belajar, mulai pagi hingga malam.
Lokasi karantina di laboratorium yang bersebelahan dengan masjid memudahkan mereka beribadah tepat waktu.
Setiap azan berkumandang, semua kegiatan belajar ditinggalkan.
Para siswa pergi ke masjid, berwudu, melakukan ibadah sunnah, kemudian berdoa sembari menunggu iqomah.
”Karena sebaik-baiknya doa itu di antara azan dan iqomah,” tutur Laida.
Kegiatan itu merupakan bagian dari penanaman karakter keislaman pada siswa.
Mereka bahkan didorong untuk terbiasa melakukan salat malam seperti tahajud, salat subuh berjamaah dan berinfaq, serta salat duha.
”Kami tanamkan kepada siswa prinsip bahwa usaha dan belajar memang harus dilakukan dengan maksimal, sementara hasil akhir merupakan ketetapan Allah SWT,” imbuhnya.
Dari 45 siswa-siswi yang mengikuti OSN tingkat Kota Malang, 27 di antaranya dinyatakan lolos.
Ada 9 mata pelajaran yang dilombakan, masing-masing meloloskan tiga siswa.
Maksimal setiap sekolah hanya boleh 3 perwakilan per mata pelajaran untuk melaju ke provinsi.
Padahal MAN 2 Kota Malang menjuarai lebih dari tiga mata pelajaran.
Seperti mapel Astronomi dan Matematika. Setelah melalui OSN tingkat provinsi, 17 siswa melaju ke tingkat Nasional.
Kepala MAN 2 Kota Malang Dr H Samsudin MPd sangat bersyukur dan bangga atas capaian tersebut.
Semua usaha ikhtiar dan doa yang selama ini dilakukan telah membuahkan hasil.
”Terima kasih kepada para guru, siswa yang tidak pernah lelah belajar, dan juga orang tua yang tidak henti mendukung putra- putrinya,” tutur Samsudin.
Capaian itu menjadi acuan ke depan untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasi.
Dia juga berharap para siswa yang sudah berprestasi tidak puas diri dan dapat terus mengasah potensinya.
”Yang kelas 12 melanjutkan ke perguruan tinggi, yang sudah kuliah terus berprestasi, dan yang kelas 10 dan 11 masih punya banyak waktu untuk berprestasi di sini,” kata Samsudin. (*/fat)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana