Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pedagang Terdampak Kebakaran Pasar Comboran Malang Mulai Buka Kios

Fathoni Prakarsa Nanda • Jumat, 20 September 2024 | 21:08 WIB
BARANG-BARANG SELAMAT: Alfin, pemilik kios servis koper di lantai satu Pasar Baru Barat Comboran sudah mulai beraktivitas seperti biasa. Hal serupa dilakukan dua pedagang lainnya.
BARANG-BARANG SELAMAT: Alfin, pemilik kios servis koper di lantai satu Pasar Baru Barat Comboran sudah mulai beraktivitas seperti biasa. Hal serupa dilakukan dua pedagang lainnya.

MALANG KOTA – Tiga pedagang Pasar Baru Barat Comboran yang terdampak kebakaran mulai berjualan di lantai satu kemarin (19/9).

Aliran listrik juga sudah dinyalakan.

Sementara pedagang yang lain belum tahu kapan akan kembali berjualan lantaran barang dagangan mereka habis terbakar.

Pantauan kemarin siang, tampak lima kios di lantai satu yang sudah dibuka.

Tiga kios merupakan milik pedagang kacamata bernama Muhammad Salim.

Kemudian satu kios servis koper milik Alfin, dan satu kios milik pedagang sembako.

Alfin bahkan mengaku sudah membersihkan kios miliknya sejak Selasa (17/9).

Dia lebih dulu meminta izin dari pengelola pasar untuk mengetahui kondisi barang dagangannya.

”Alhamdulillah, ternyata semua barang dagangan saya selamat dari kebakaran. Mulai koper-koper hingga peralatan servis,” ujarnya.

Semula, Alfin menduga barang dagangannya habis terbakar.

Apalagi kios miliknya berada di lantai satu sisi utara yang tidak jauh dari lokasi kebakaran.

Kiosnya juga hanya dilindungi rolling door.

Dua papan nama servis koper miliknya malah sempat diturunkan petugas UPT Pemadam Kebakaran.

”Selasa lalu saya sebenarnya sudah menyervis koper pelanggan. Pakai pencahayaan seadanya karena listrik masih dimatikan,” imbuhnya.

Alfin benar-benar bersyukur karena barang-barang miliknya selamat.

Sebab, sejak pandemi sampai sekarang, usaha servis koper tidak menentu.

Setiap hari dia juga harus membayar retribusi sebesar Rp 3 ribu dan retribusi sampah Rp 2 ribu per bulan.

Selain servis koper milik Alfin, ada delapan kios lain yang sebenarnya terletak di lantai satu.

Yakni dua toko pakaian, tiga kios kacamata, satu kios VCD, satu kios sembako, serta satu kios yang menjual celana.

Sementara itu, Muhammad Salim mengakui punya tiga kios kacamata di lantai satu.

Dua untuk toko dan satu untuk pemeriksaan mata (optik).

Namun, alat pemeriksaan mata miliknya terbakar.

Hanya tersisa dua kios yang berisi etalase dan kacamata.

”Sejak dulu saya ya jual kacamata. Jadi saya pasrah saja saat kebakaran terjadi. Rezeki pasti ada saja,” terang pria yang berjualan kacamata di Pasar Baru Barat Comboran sejak 2006 itu. (mel/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#pedagang terdampak kebakaran #Pasar comboran #Mulai Buka #malang