BANYAK ide baru ditawarkan Bakal Pasangan Calon Wali Kota – Wakil Wali Kota Batu Firhando Gumelar dan H Rudi.
Salah satunya memberikan beasiswa kepada anak-anak Kota Batu untuk menempuh pendidikan di luar daerah.
Bila perlu ke luar negeri. Setelah lulus mereka wajib pulang untuk membangun daerahnya.
Paslon yang menggunakan akronim Guru (Gumelar-Rudi) itu mengatakan bahwa Kota Batu baru masuk dalam tahap awal revolusi industri 4.0.
Padahal Dubai sedang mempersiapkan revolusi industri 6.0.
Pria yang akrab disapa Mas Gum itu menyebut parameternya adalah digitalisasi dan penggunaan teknologi secara masif.
Termasuk akses internet yang representatif.
”Di beberapa wilayah di Kota Batu masih mengalami susah sinyal,” ujarnya dalam diskusi Forum Redaktur di ruang redaksi Jawa Pos Radar Malang beberapa hari lalu.
Pasangan yang diusung partai Golkar, PAN, Demokrat, dan PKS itu bercita-cita melakukan akselerasi.
Salah satunya dengan memanfaatkan jejaring dan pengalaman hidup Mas Gum di Amerika saat kuliah.
Dia melihat pendidikan menjadi jalan akselerasi revolusi industri.
Itu sebabnya dia juga memiliki program beasiswa bagi putra daerah agar bisa kuliah di luar Malang Raya.
Bahkan luar negeri.
Tujuannya untuk memberikan pandangan lebih luas tentang dunia.
Sehingga bisa memunculkan ide usaha atau pengembangan daerah dari pengalaman hidup di luar Kota Batu.
Penerima beasiswa nantinya diwajibkan kembali ke Kota Batu.
Tentu saja untuk terlibat aktif dalam pembangunan ke depan.
Program itu dinilai selaras dengan penyediaan lapangan pekerjaan.
Mas Gum juga menjanjikan dibukanya kesempatan bagi warganya untuk bekerja di perusahaan yang beroperasi di Kota Batu.
”Saya ingin 60 persen karyawan di sebuah perusahaan Kota Batu diisi warga Kota Batu,” imbuhnya.
Masalah lain yang juga bakal diatasi adalah penanganan sampah.
H Rudi menambahkan, pihaknya sudah melakukan uji laboratorium di Universitas Brawijaya (UB).
Tujuannya untuk menganalisis kandungan sampah di TPA Tlekung dan potensi pengolahannya.
Proses analisis laboratorium memakan waktu selama 2 bulan.
”Hasilnya sudah kami serahkan ke pengelola TPA Tlekung,” imbuhnya.
Di luar dua program itu, Mas Gum dan H Rudi mengaku masih memiliki banyak terobosan.
Awalnya ada sekitar 40 program kerja.
”Kemudian kami mampatkan menjadi 17 program kerja saja,” tandasnya. (dre/fat)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana