Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Angka Penderita Gangguan Jiwa di Kota Malang Semakin Menurun

Aditya Novrian • Selasa, 24 September 2024 | 14:20 WIB
SUPAYA AMAN: Petugas membawa seorang penderita gangguan jiwa untuk mendapat perawatan.
SUPAYA AMAN: Petugas membawa seorang penderita gangguan jiwa untuk mendapat perawatan.

MALANG KOTA - Angka penderita gangguan jiwa di Kota Malang menunjukkan tren penurunan.

Hingga pertengahan September, jumlah penderita gangguan jiwa sebanyak 1.133 orang.

Berbeda dengan awal 2024 lalu ketika jumlahnya masih 1.998 orang.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang dr Husnul Muarif mengatakan, penurunan itu terjadi karena pihaknya rutin melakukan pemantauan dan penanganan melalui fasilitas kesehatan yang tersedia.

”Ada yang kami bantu untuk berobat ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) dr Radjiman Wediodiningrat,” ucapnya.

Tidak lupa pemberian obat-obatan yang dibutuhkan.

Penurunan juga disebabkan oleh faktor-faktor lain.

Misalnya saja, orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang kembali ke daerah asal atau meninggal dunia.

Selain itu tahun ini, dinkes mencatat pemasungan terhadap ODGJ sudah tidak ada.

Sebab, pada Kamis lalu (19/2) dinkes membebaskan satu ODGJ laki-laki asal Kecamatan Sukun untuk mendapat penanganan di RSJ Lawang.

Kondisi tempat yang digunakan untuk pemasungan pun sudah tidak layak.

Namun keluarga sudah terbiasa dengan ODGJ yang berusia 46 tahun tersebut.

”Waktu akan kami bawa ke RSJ, keluarga sempat tidak mau,” ungkap pejabat eselon II B Pemkot Malang itu.

Terpisah, Sub Koordinator Rehabilitasi Sosial Disabilitas Tuna Sosial dan Gelandangan Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Heny Rachmaniar menambahkan, pihaknya turut memberi atensi terhadap ODGJ.

Atensi tersebut diberikan melalui rehabilitasi sosial saat ODGJ sudah dinyatakan stabil dan tidak membahayakan masyarakat.

”Sepanjang tahun 2024 ini, kami mengirim sekitar 20 ODGJ ke sana. Ada yang asalnya dari luar Kota Malang,” sebut Heny.

Jumlah yang dikirim biasanya tergantung kuota dan hasil assessment dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur. (mel/adn)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#menurun #penderita gangguan jiwa #Angka #Kota Malang