MALANG KOTA – Diklat Jurnalistik Guru se-Kecamatan Klojen kurang dua hari lagi.
Meski pelaksanaan sudah semakin dekat, panitia masih membuka pendaftaran.
Acara yang digelar pada Senin (30/9) merupakan diklat kedua yang dilaksanakan di Kecamatan Klojen.
Bertempat di Kantor Jawa Pos Radar Malang, diklat bertujuan untuk belajar membuat berita untuk sarana promosi dan mengantisipasi berita hoax yang sering muncul di sekolah.
Berbeda dengan konsep diklat jurnalistik sebelumnya.
Kali ini peserta akan belajar membuat berita mulai dari awal sampai menjadi sebuah berita, dengan mengusung tema “masalah di sekolahku”.
Lalu, seluruh guru akan diberikan materi bagaimana menjadi wartawan, yang bisa diaplikasikan di setiap kegiatan sekolah.
Nantinya, peserta diajak untuk menulis berita yang dibimbing oleh Redaktur Senior Jawa Pos Radar Malang Mahmudan.
Untuk sekolah yang belum mendaftar bisa bisa langsung akses melalui link berikut : https://bit.ly/diklatklojen
Hanya dengan membayar Rp 350 ribu peserta akan mendapatkan sertifikat 32 JP dan hasil karya tulis peserta di publikasi di Jawa Pos Radar Malang.
Selain itu, untuk sekolah yang mendaftarkan gurunya lebih dari dua orang, akan mendapatkan publikasi eksklusif dari Jawa Pos Radar Malang.
Koordinator Diklat Jurnalistik Guru se-Kota Malang Bachtiar Eko S. menambahkan, rugi jika sekolah tidak mengikuti program edukasi literasi ini.
"Jaman sudah berubah! Sekolah negeri dan swasta harus bisa mengisi medsosnya dengan berita prestasi dan inovasi. Agar kepercayaan masyarakat terhadap sekolah meningkat, dan banyak orang tua yang menyekolahkan anaknya di sekolah tersebut," jelasnya. (bes/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana