Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Integrasikan Layanan Kesehatan di 89 Tempat, Begini Perubahannya di Puskesmas Kota Malang

Bayu Mulya Putra • Selasa, 1 Oktober 2024 | 20:00 WIB

 

TEROBOSAN BARU: Puskesmas Arjuno menjadi salah satu tempat yang menerapkan program Integrasi Layanan Primer (ILP) mulai kemarin.
TEROBOSAN BARU: Puskesmas Arjuno menjadi salah satu tempat yang menerapkan program Integrasi Layanan Primer (ILP) mulai kemarin.

MALANG KOTA - Layanan kesehatan di Puskesmas kini lebih sederhana.

Tak ada lagi istilah poli untuk layanan kesehatan Puskesmas Kota Malang.

Kini semua istilah poli di Puksesmas Kota Malang berganti menjadi cluster.

Selain di 16 Puskesmas, perubahan istilah itu juga diterapkan di 16 puskesmas pembantu (pustu) dan 57 posyandu.

Perubahan itu termasuk dalam program bernama Integrasi Layanan Primer (ILP).

Kemarin, program itu mulai diluncurkan di 89 layanan kesehatan masyarakat.

”Ada lima cluster di puskesmas sekarang. Yakni cluster manajemen, cluster ibu dan anak, cluster dewasa dan lansia, cluster penanggulangan penyakit menular, serta lintas cluster,” kata Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang drg Muhammad Zamroni.

Seluruh cluster bakal menangani masalah kesehatan sesuai bagiannya.

Seperti cluster ibu dan anak.

Di dalamnya terdapat layanan bersalin, layanan nifas, balita, anak pra-sekolah, anak usia sekolah, dan layanan anak usia remaja.

Hal serupa juga berlaku di pustu.

Saat ini, Kota Malang memiliki 33 pustu.

Namun, yang menerapkan ILP baru 16 pustu. Seperti di Pustu Buring, Pustu Sawojajar, Pustu Mergosono, Pustu Bandungrejosari, Pustu Bakalankrajan, dan Pustu Karangbesuki.

Pustu yang menerapkan ILP harus buka setiap hari. Di sana juga terdapat satu bidan, satu perawat, dan dua kader posyandu.

”Karena pustu ini tenaga kesehatannya dari puskesmas, jadi harus saling menyesuaikan,” imbuh Zamroni.

Kader posyandu di pustu juga tidak bisa sembarangan.

Mereka sudah dilatih dan memiliki 25 kompetensi.

Mulai dari penyuluhan ibu hamil, penyuluhan gerakan masyarakat, serta penyuluhan-penyuluhan lainnya. Yang terakhir adalah posyandu.

Di Kota Malang, ada 646 posyandu.

Namun yang diresmikan dengan ILP baru 57 posyandu.

Jumlah tersebut sesuai dengan jumlah kelurahan di Kota Malang.

Baca Juga: UKM Flash, Inovasi Layanan Kesehatan Fast Respon ala Pemkab Malang

Dengan penerapan ILP, dalam sebulan posyandu bisa buka antara dua sampai empat kali.

Dalam satu hari, posyandu juga harus membuka layanan untuk anak-anak hingga kelompok lansia.

”Kalau dulu kan dipisah. Posyandu lansia sendiri, posyandu balita sendiri,” imbuh pejabat eselon III B Pemkot Malang tersebut. (mel/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Kota Malang #Integrasi Layanan Kesehatan #puskesmas