Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pengawal Pancasila Asal Malang Itu Berpulang

Bayu Mulya Putra • Senin, 7 Oktober 2024 | 00:35 WIB
SEMpAT ISI SEMINAR: Jenazah Romo Benny tiba di Rumah Duka Yayasan Gotong Royong, Kecamatan  Blimbing kemarin sekitar pukul 16.00. pemakaman bakal dilakukan besok (7/10) di Kecamatan Sukun.
SEMpAT ISI SEMINAR: Jenazah Romo Benny tiba di Rumah Duka Yayasan Gotong Royong, Kecamatan Blimbing kemarin sekitar pukul 16.00. pemakaman bakal dilakukan besok (7/10) di Kecamatan Sukun.

MALANG KOTA Rohaniawan Katolik dan pengamat sosial politik dari Kota Malang itu berpulang, kemarin (5/10).

Romo Antonius Benny Susetyo mengembuskan napas terakhirnya di RS Mitra Medika Pontianak, sekitar pukul 00.05.

Tepat beberapa jam setelah dia menjalankan tugas sebagai Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Berdasar informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Malang, Romo Benny sempat mengisi seminar di Universitas Tanjung Pura, Pontianak, Jumat lalu (4/10).

Setelah acara itu, Romo Benny mengeluh tidak enak badan.

Romo Benny juga sempat meminta diantar stafnya ke tempat pijat refleksi.

”Mengeluhnya masuk angin, jadi diantar pijat, lalu pulang ke hotel dan tidur,” ujar Julius Budi Susetyo, kakak dari Romo Benny.

Jumat sekitar pukul 23.15, stafnya mencoba menghubungi Romo Benny melalui panggilan telepon.

Namun panggilan itu tidak direspons Romo Benny.

Lama ditunggu dan tetap tidak bisa dihubungi, staff itu memaksa membuka kamar Romo Benny dengan kunci cadangan.

Lantas staff itu menemukan Romo Benny sudah tidak sadarkan diri.

Petugas pun dipanggil dan Romo Benny dibawa menuju rumah sakit terdekat.

Saat tiba di sana, Romo Benny sudah tidak bernapas.

”Romo memang punya (riwayat penyakit, red) diabetes, tapi aktivitasnya tetap padat dan jam terbangnya tinggi,” lanjut Ju lius.

Dia mengaku terakhir bertemu dengan Romo Benny pada 10 Agustus lalu di kediamannya.

Namun pada 1 Oktober sempat berkomunikasi untuk menghadiri pelantik kan Andreas Eddy Susetyo, kakak mereka yang menjadi anggota DPR RI.

Saat itu, Romo Benny tidak dapat hadir karena bertugas di Pontianak.

Sosok Romo Benny dikenal sebagai pribadi yang penuh semangat.

Dia juga dekat dengan banyak kalangan.

Seperti disampaikan Pdt Chrysta Andrea, salah satu tokoh yang sama sama berjuang mendirikan Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKAUB) Malang.

”Waktu itu saya perwakilan dari Protestan, beliau dari Katolik,” ujar Andrea.

Dia teringat dengan peristiwa tahun 1996, saat itu konflik antarumat beragama sedang memanas.

Gereja tempat Romo Benny mengabdi sempat dibakar.

”Saat itu beliau terlihat tenang dan berusaha menenangkan jemaatnya juga, bersama Gus Dur,” kenang Andrea.

Berdasar pantauan Jawa Pos Radar Malang, jenazah Romo Benny tiba di Rumah Duka Yayasan Gotong Royong, Kecamatan Blimbing kemarin, sekitar pukul 16.00.

Rencananya, Senin nanti (7/10) akan diadakan misarequiem dan pelepasan pada pukul 08.00 di Gereja Katolik St. Albertus de Trapani, Kecamatan Blimbing.

Romo Benny berpulang lima hari sebelum hari lahir nya, pada 10 Oktober.

Jenazahnya bakal dimakamkan Senin nanti (7/10) di Pemakaman Kristen, Jalan S. Supriadi, Kecamatan Sukun.

Kepastian waktunya masih menunggu jadwal dan pro sesi dari BPIP. (aff/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Romo #meninggal #Kota Malang