JARGON Ono Sing Anyar yang diusung pasangan calon Walikota Malang Heri Cahyono Ganis Rumpoko punya penjabaran cukup luas.
Kemarin (10/10), bertempat di Ruang Redaksi Jawa Pos Radar Malang, keduanya menjelaskan panjang lebar terkait jargon tersebut.
”Di awal awal, kami menekankan pada perubahan cara pandang atau mindset,” kata Sam HC, sapaan akrab Heri Cahyono.
Dia menekankan bila semua potensi yang ada di Kota Malang harusnya menjadi sebuah aset.
Tidak hanya yang berbentuk bangunan, namun juga para manusianya.
Beranjak dari poin itu, Sam HC berniat untuk membentuk sebuah human capital bila terpilih sebagai Wali Kota Malang.
Di dalamnya bakal berisi beberapa sub bagian.
”Salah satunya ada Bank Manpower,” kata dia.
Bagian itu bakal bertugas menyurvei jumlah warga pengangguran di Kota Malang.
”Karena dari survei yang kami dapat, angka pengangguran terbuka di Kota Malang tertinggi ketiga di Jatim,” tambahnya.
Survei angka pengangguran itu bakal didetailkan lagi.
Sebab, menurutnya ada dua jenis pengangguran.
Pertama yakni orang orang yang tidak sanggup bekerja.
Contohnya seperti mereka yang memiliki penyakit parah.
Selanjutnya yakni orang orang yang sanggup dan layak kerja, namun belum mendapat pekerjaan.
”Data data yang lebih detail itu nanti bisa menjadi panduan juga untuk pemimpin pemimpin selanjutnya dalam mengambil keputusan,” imbuh Sam HC.
Program berikutnya yang berkaitan dengan memaksimalkan potensi SDM yakni membentuk sebuah Dewan Kebudayaan.
Heri menekankan bila karakter Arek Malang harus dipertahankan.
”Karakter seperti kreatif, lugas, dan egaliter harus terus dipupuk,” imbuhnya.
Program selanjutnya untuk memaksimalkan SDM yakni kuliah gratis.
Dia menyebut Kota Malang memiliki 57 perguruan tinggi.
Namun, berdasar survei yang dilakukan timnya, warga Kota Malang yang menempuh studi hingga ke tingkat perguruan tinggi hanya 15 persen.
Masalah lain, banyak warga yang mendapat pendidikan kurang tepat.
Artinya, tidak sesuai dengan minat dan bakatnya.
”Karena itu, kami ingin nantinya ada program tes minat bakat dan perencanaan profesi gratis. Dimulai sejak anak usia 10 tahun,” tegas lelaki kelahiran 12 Desember 1975 tersebut.
Program lain yang berkaitan dengan SDM dijabarkan Ganis Rumpoko.
Dia menyebut, ada program Puskesmas kesehatan mental yang di usungnya.
”Itu belum mendapat aware dari para pemimpin. Padahal cukup penting,” kata dia.
Penjabarannya bakal dilakukan dengan menyediakan psikolog psikolog di setiap rumah sakit.
”Dan, nanti warga bisa mengaksesnya secara gratis,” kata dia.
Terkait infrastruktur, dia menekankan pentingnya sinergi di Malang Raya.
Semangat itulah yang membuat dia meneguhkan tekad untuk maju dalam Pilkada Kota Malang.
Sebelumnya, dia sempat terpilih sebagai anggota DPRD Kota Batu.
Namun dia melepas posisinya untuk mendampingi Heri Cahyono.
Total, seluruh program dari Sam HC dan Ganis tertuang dalam istilah 9 Sing Anyar.
Yakni Kota Pintar dan Lestari, Dokter Melbu Kampung, Kuliah Gratis, Males Macet dan Wegah Banjir, Curhat Langsung, Puskesmas Mental, Gampang Kerjoan, Usaha Lancar Jaya, serta Jaring Sosial.
Keduanya juga menekankan tiga perbedaan dari pasangan lainnya.
Yang pertama yakni pasangan anyar, yang tak punya dosa politik.
Selanjutnya yakni pasangan dengan usia paling muda.
Dan, yang terakhir yakni pasangan yang mewakili perempuan.
Karena ada Ganis Rumpoko yang menjadi satu satunya perempuan di Pilkada Kota Malang 2024.
”Intinya, kami konsisten ingin membangun Malang lewat manusianya,” pungkas Ganis. (mel/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana