Radar Malang - Setelah pelantikan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka pada Minggu (20/10) pukul 10.00 WIB, Prabowo lanjutkan pemanggilan Calon Menteri dan Wakil Menteri dalam Kabinet Merah Putih pada malam harinya.
Pemanggilan Calon Menteri dan Wakil Menteri Prabowo berlangsung di Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta.
Terdapat 48 Menteri, 5 Kepala Lembaga, dan 56 Wakil Menteri dan Lembaga yang akan bertugas melancarkan program Prabowo Gibran selama satu periode kedepan.
"Rencananya besok pagi saya lantik para menteri pukul 10 dan siang harinya saya akan lantik para wakil menteri," kata Prabowo dilansir dari TV Parlemen.
Banyak publik yang mengapresiasi pemilihan menteri yang dilakukan Prabowo Subianto khususnya pada Kementerian Keuangan dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang kembali dikelola oleh Sri Mulyani dan Erick Thohir.
Publik meyakini dua menteri ini memiliki etos kerja dan kepedulian yang tinggi pada Negara Indonesia. Sri Mulyani dan Erick Thohir juga sering disebut sebagai pilar dan acuan dari menteri menteri yang lain pada Kabinet Jokowi (Indonesia Maju).
Hubungan keduanya juga sangat baik, terlihat dari beberapa kali pertemuan dan kunjungan dari Erick Thohir ke kantor Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk membahas tranformasi BUMN dan target percepatan program strategis BUMN pada bulan Mei silam.
"Malam ini di Istana Merdeka - Berfoto bersama tiga calon Wakil Menteri Keuangan: Suahasil Nazara; Thomas Djiwandono; Anggito Abimanyu di Kabinet Merah Putih. Kompak bertugas menjaga dan mengelola Keuangan Negara dengan baik dan amanah. Bismillah.." ketik Sri Mulyani pada Instagram pribadi miliknya.
Keduanya merupakan salah satu menteri andalan dalam Kabinet Jokowi, Sri Mulyani dilantik sebagai Menteri Keuangan sejak 2016 dan Erick Thohir dilantik sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sejak 2019.
Dilansir dari cnbcindonesia.com, pencapaian yang berhasil diraih Sri Mulyani dan Erick Thohir cukup membantu meningkatkan perekonomian Indonesia.
Sri Mulyani disaat itu mendapat penerimaan pajak yang melebihi dari target pada 2021, 2022 dan 2023, serta upaya menahan harga BBM hingga September 2022 membantu ekonomi Indonesia mampu tumbuh 5,31% ditengah krisis pandemi saat itu.
Kemudian Erick Thohir mampu menumbuhkan total aset BUMN 8% menjadi Rp8.978 triliun pada 2021, sementara pendapatan melonjak 19% menjadi Rp2.292 triliun.
Laba bersih BUMN juga diproyeksikan meningkat 15% tahun ini menjadi Rp 144 triliun.
Sebelumnya, pada 2021 laba BUMN juga sudah pulih menjadi Rp125 triliun dari hanya Rp 13 triliun pada 2020 akibat terhantam Pandemi.
Oleh karena itu, tak diragukan lagi jika Prabowo menunjuk kembali dua menteri andalan Kabinet Indonesia Maju itu untuk bergabung dalam Kabinet Merah Putih. (Dzulfiqar Arifuddin)
Editor : Aditya Novrian