MALANG KOTA – Pimpinan DPRD Kota Malang sudah dilantik pekan lalu.
Mereka pun bisa segera memimpin para anggota dewan melaksanakan tugas-tugas legislatif.
Pj Wali Kota Malang Iwan Kurniawan juga segera membawa satu program prioritas untuk dibahas dengan dewan Yaitu pengadaan parkir di Kajoetangan Heritage.
Sesuai timeline yang disusun Iwan, pihaknya menginginkan proses pengadaan dilakukan awal tahun depan.
Paling lambat, Pemkot Malang sudah mengoperasikan parkir di kawasan Kajoetangan Heritage Juni 2025.
”Pengadaan parkir ini merupakan salah satu pelayanan kepada masyarakat yang harus disegerakan. Telah disahkannya pimpinan dewan yang baru, artinya pembahasan melalui rapat paripurna sudah bisa dilakukan,” ujarnya.
Sebelumnya, pembahasan anggaran pengadaan parkir Kajoetangan dengan dewan baru sebatas informal.
Hal itu mengikuti aturan bahwa rapat paripurna dewan tidak bisa dilakukan sebelum ada pimpi nan definitif.
Jika tak ada aral, kepastian pengadaan parkir Kajoetangan Heritage bakal bulan November mendatang.
”Kami sudah memprio ritaskan pengadaan parkir Kajoetangan Heritage pada saat penyusunan APBD 2025. Titik atau tempat sudah ada. Jika mendapat respons positif dari dewan, maka langsung disusun DED (detail engineering design),” jelas Iwan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang Widjaja Saleh Putra menyampaikan, lahan parkir yang paling memungkinkan berada di gedung eks Bank Syariah Mandiri.
Tepatnya di samping jembatan penyeberangan orang (JPO) Kajoetangan, atau di depan Telkom Kajoetangan.
Rencananya, lahan parkir itu akan disambungkan dengan titik parkir yang berada di Jalan Majapahit.
”Nanti masuk melalui eks Bank Mandiri kemudian keluar lewat eks DLH (Jalan Majapahit),” terang Jaya.
Dengan luas lahan eks Bank Syariah Mandiri yang mencapai 1.300 meter persegi, lahan parkir itu diperkirakan bisa menampung 843 kendaraan.
Secara informal, Jaya menyampaikan, pemilik lahan sudah setuju.
Tinggal realisasi pembayaran dan pembangunan.
”Pemilik sudah setuju, tapi baru bisa dilakukan pembangunan tempat parkir tahun 2025,” paparnya.
Senada dengan eksekutif, Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Siraduhitta siap tancap gas dalam membahas anggaran.
Menurutnya, akhir Oktober meru pakan waktu yang krusial.
”Pembahasan APBD langsung dilakukan pekan ini. Kami harap sebelum akhir November selesai,” terangnya.
Meskipun tidak ada rapat paripurna, Amithya menyampaikan, sebelumnya sudah ada pembicaraan informal antara dewan dan pemkot.
Sehingga, lanjut dia, pembahasan APBD bisa berlangsung dengan cepat. (adk/fat)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana