Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pemkot Malang Ajak Dewan Segera Bahas Parkir Kajoetangan

Fathoni Prakarsa Nanda • Senin, 28 Oktober 2024 | 23:00 WIB
SEMRAWUT: Tukang parkir mengatur kendaraan yang hendak parkir di koridor Kajoetangan Heritage kemarin (27/10).
SEMRAWUT: Tukang parkir mengatur kendaraan yang hendak parkir di koridor Kajoetangan Heritage kemarin (27/10).

MALANG KOTA – Pim­pinan DPRD Kota Malang sudah dilantik pekan lalu.

Mereka pun bisa segera me­mimpin para anggota dewan melaksanakan tugas-­tugas legislatif.

Pj Wali Kota Ma­lang Iwan Kurniawan juga segera membawa satu pro­gram prioritas untuk dibahas dengan dewan Yaitu pengadaan parkir di Kajoetangan Heritage.

Sesuai timeline yang disusun Iwan, pihaknya menginginkan proses pengadaan dilakukan awal tahun depan.

Paling lam­bat, Pemkot Malang sudah mengoperasikan parkir di kawasan Kajoetangan Heritage Juni 2025.

”Pengadaan parkir ini merupakan salah satu pelayanan kepada masyarakat yang harus disegerakan. Telah disahkannya pimpinan dewan yang baru, artinya pembahasan melalui rapat paripurna sudah bisa dilakukan,” ujarnya.

Sebelumnya, pembahasan anggaran pengadaan parkir Kajoetangan dengan dewan baru sebatas informal.

Hal itu mengikuti aturan bahwa rapat paripurna dewan tidak bisa dilakukan sebelum ada pimpi­ nan definitif.

Jika tak ada aral, kepastian pengadaan parkir Kajoetangan Heritage bakal bulan November mendatang.

”Kami sudah memprio­ ritaskan pengadaan parkir Kajoetangan Heritage pada saat penyusunan APBD 2025. Titik atau tempat sudah ada. Jika mendapat respons positif dari dewan, maka langsung disusun DED (detail engi­neering design),” jelas Iwan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang Widjaja Saleh Putra menyampaikan, lahan parkir yang paling memungkinkan berada di gedung eks Bank Syariah Mandiri.

Tepatnya di sam­ping jembatan penyeberangan orang (JPO) Kajoetangan, atau di depan Telkom Kajoetangan.

Rencananya, lahan parkir itu akan disambungkan dengan titik parkir yang berada di Jalan Majapahit.

”Nanti masuk melalui eks Bank Mandiri kemudian keluar lewat eks DLH (Jalan Majapahit),” terang Jaya.

Dengan luas lahan eks Bank Syariah Mandiri yang mencapai 1.300 meter persegi, lahan parkir itu diperkirakan bisa menam­pung 843 kendaraan.

Secara informal, Jaya menyampaikan, pemilik lahan sudah setuju.

Tinggal realisasi pembayaran dan pembangunan.

”Pemilik sudah setuju, tapi baru bisa dilakukan pembangunan tempat parkir tahun 2025,” paparnya.

Senada dengan eksekutif, Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sira­duhitta siap tancap gas dalam membahas anggaran.

Menu­rutnya, akhir Oktober meru­ pakan waktu yang krusial.

”Pembahasan APBD langsung dilakukan pekan ini. Kami harap sebelum akhir November selesai,” terangnya.

Meskipun tidak ada rapat paripurna, Amithya menyam­paikan, sebelumnya sudah ada pembicaraan informal antara dewan dan pemkot.

Sehingga, lanjut dia, pemba­hasan APBD bisa berlangsung dengan cepat. (adk/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Parkir #dewan #kajoetangan #Pemkot Malang