MALANG KOTA - Rencana pengadaan lahan parkir baru di Kajoetangan Heritage berlanjut.
Pada awal November nanti, pemkot bakal memulai negosiasi harga dengan pemilik lahan.
Ditargetkan, bulan Desember sudah ada kesepakatan harga.
Pj Wali Kota Malang Iwan Kurniawan menyampaikan, pemkot sudah menetapkan titik rencana parkir.
Yakni di eks Bank Syariah Mandiri.
Tepatnya di samping Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Kajoetangan atau di depan Telkom Kajoetangan.
Penetapan itu berdasar Surat Keputusan Wali Kota yang dikeluarkan pada 17 Oktober 2024.
Langkah selanjutnya yang akan dilakukan yakni menaksir nilai tanah yang sudah dipilih.
Pemkot Malang akan menggandeng Kantor Jasa Penilai Publik.
”Sesuai jadwal, mulai 12 November akan dilakukan musyawarah untuk menentukan nilai lahan parkir. Secara prinsip, pemilik sudah setuju lahannya dibeli pemerintah kota,” terang Iwan.
Negosiasi yang dilaksanakan akhir 2024 sudah sesuai timeline pemkot.
Iwan berharap pencairan anggaran bisa dilakukan pada Februari atau Maret 2025.
Sehingga proses pembangunan bisa segera dilaksanakan.
Menanggapi kabar itu, anggota DPRD Kota Malang Suyadi meminta penilaian lahan parkir sesuai dengan harga di pasaran.
Dewan tidak ingin kejadian pada 2022 terulang.
Yakni batalnya pembelian lahan karena nilai yang dianggap tidak wajar.
”Kebutuhan parkir itu memang mendesak dan memang harus segera dikerjakan. Tapi, kami minta pemkot menjalankan proses dengan benar karena masyarakat mengawasi,” tegasnya. (adk/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana