MALANG KOTA – Dengan kemajuan teknologi saat ini, tak bisa dipungkiri anak lebih suka belajar apa pun melalui gawai.
Hal itu sah-sah saja dilakukan.
Namun, anak juga harus tahu dan mau untuk berkunjung ke perpustakaan.
Motorik anak untuk membaca buku harus diasah sejak dini.
Maka, datang ke perpustakaan menjadi salah satu cara agar anak tidak ketergantungan dengan gawai.
Pustakawan Muda Disperpusip Kota Malang Santoso Margahono mengatakan, sudah mempersiapkan cara agar anak mengenal perpustakaan sejak dini.
”Perpustakaan harus ditata mengikuti anak-anak. Misalnya dengan menambah playground karena mereka tidak bisa dipaksa untuk membaca,” jelasnya.
Cara lainnya bisa dengan mencari buku bacaan yang menarik untuk anak-anak.
Hal tersebut disampaikan penulis sekaligus budayawan asal Kota Malang Abdul Malik.
Saat ini sudah banyak bukubuku dengan visualisasi yang menarik untuk anak-anak.
Misalnya saja, yang di dalamnya terdapat huruf-huruf besar dan gambar.
”Setelah membaca anak-anak harus diajak praktik. Misal, masuk ke dalam pasar lalu lakukan tanya jawab sesuai benda-benda di dalam buku,” ungkapnya.
Tujuannya agar bacaan yang sudah dibaca lebih menyentuh anak-anak.
Literasi juga harus dibangun oleh keluarga.
Prosesnya tidak mudah.
Orang tua harus bisa menjelaskaan isi buku, sehingga mudah dipahami anak-anak.
Selain itu, bacaan yang disuguhkan harus sesuai usia.
Sebagai contoh untuk anak-anak kelas satu dan dua, bisa menggunakan bacaan yang kalimatnya pendek.
Sementara itu, pelaksana Festival Literasi dari Lesgo Project Nisa Eka Aprilia menyatakan, ada beberapa yang dilakukan dalam kegiatan kali ini.
Mulai seminar membaca hingga bincang-bincang komunitas.
”Kami juga ajarkan orang tua untuk menerapkan membaca dengan nyaring,” jelasnya. (mel/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana