MALANG KOTA - Penjurian video untuk Lomba Literasi Sekolah (L2S) jenjang SD telah dirampungkan.
Kini, tim juri fokus melakukan visitasi ke 15 SD.
Seperti dilakukan kemarin, saat visitasi ke SD Negeri Penanggungan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang Suwarjana ikut serta dalam kunjungan ke sekolah di Jalan Cimanggis Nomor 2 itu.
Dia didampingi Direktur Jawa Pos Radar Malang Tauhid Wijaya.
Tim juri dari perwakilan Jawa Pos Radar Malang Bachtiar Eko, kalangan profesional Wawan Sulthon Fauzi, dan pengawas SD Subagio juga hadir.
Sambutan tari candik ayu dari Surakarta dan pencat silat ditunjukkan pelajar di sana.
Jajaran tim langsung meninjau program literasi bersama Kepala SDN Penanggungan Dwi Pudji Astutik dan beberapa guru.
Mereka melihat proses pembelajaran, pojok baca, hingga mading yang ditempel di sepanjang dinding sekolah.
Hasil karya siswa di sana memang rutin ditampilkan pihak sekolah.
”Alhamdulillah, sebelum adanya lomba literasi, sebenarnya seluruh sekolah sudah menerapkan berbagai program literasi,” kata Suwarjana.
Namun, pihaknya ingin agar Kota Malang memiliki standar di tingkat lokal.
Karena itu disdikbud menggandeng Jawa Pos Radar Malang dan pengawas sekolah untuk menggelar kegiatan literasi numerasi.
”Ini juga merupakan penerapan Kurikulum Merdeka. Bedanya kalau di daerah lain hanya sekadar show, tapi kita benar-benar menggelar kegiatan sebagai bukti penerapan literasi,” tambah Jana.
Ketua Lomba Literasi Sekolah yang juga koordinator kurikulum dari SDN Penanggungan Sri Utami mengatakan, program literasi di tempatnya sudah berjalan lebih dari tiga tahun.
Bentuknya berupa kerja sama dengan Perpustakaan Kota Malang, pojok baca yang digelar rutin selama 15 menit, lorong literasi, hingga mading karya setiap kelas.
”Meski sudah ada sejak lama, tapi memang kegiatan literasi di tempat kami belum terdokumentasikan,” kata dia.
Partisipasi mereka tidak hanya datang dari para pelajar, namun juga orang tua pelajar.
Selain SDN Penanggungan, kemarin tim juri juga melakukan visitasi ke beberapa sekolah lain.
Seperti SDN Sukoharjo 1 Malang, SD Muhammadiyah 9 Malang, dan SD Kristen Charis Malang.
Sebelumnya, Kamis lalu (7/11), tim juri berkunjung ke SDN Merjosari 3 Malang, SDN Purwantoro 1 Malang, SD Insan Amanah Malang, SD Islam Sabilillah, SD Muhammadiyah 4 Malang, dan SDN Balearjosari 1 Malang.
Senin pekan depan (11/11), visitasi dilanjutkan ke SDN Kotalama 1 Malang, SDN Sukun 3 Malang, SDN Bumiayu 3 Malang, SDN Kebonsari 3 Malang, dan SDN Model Malang. (mel/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana