MALANG - Bangun Bangsa, Ngalup Collaborative Network (Ngalup.co), Komunitas Lingkar Sosial (Linksos), dan Malang Creative Center (MCC), menggelar program inkubasi bisnis "Empower Academy".
Empower Academy memberikan pelatihan intensif terkait strategi bisnis dan pemasaran digital, mulai dari merancang produk hingga mendaftarkan merek.
Pekan lalu, para peserta diperkenalkan pada proses pengecekan merek melalui Trademark Analyzer dari Mebiso, penting bagi bisnis mereka agar terlindungi secara hukum.
Program ini berlangsung selama delapan bulan, melibatkan 25 peserta dari Komunitas Linksos, yang akan dibagi dalam dua kategori: Unbusiness bagi pemula dan Inbusiness bagi yang ingin mengembangkan bisnisnya.
Materi meliputi kewirausahaan dasar, pemasaran, pengelolaan keuangan, serta aspek hukum dan risiko bisnis.
CEO Ngalup.co, Andina Paramitha, berharap pelatihan ini dapat membekali penyandang disabilitas dengan keterampilan bisnis yang meningkatkan kontribusi mereka di masyarakat dan teknologi.
"Kegiatan ini hadir untuk membantu para penyandang disabilitas atau komunitas dan individu yang terpinggirkan untuk meningkatkan keterampilan bisnis mereka melalui pelatihan dan program pendampingan bisnis dan digitalisasi,” kata Andin.
Dia menyebut, kegiatan tersebut akan berlangsung selama delapan bulan, dengan melibatkan 25 teman-teman disabilitas dari Komunitas Linksos untuk berkarya, baik yang sudah memiliki bisnis maupun yang belum memiliki bisnis.
Dian Widyanarti dari Bangun Bangsa menegaskan bahwa Empower Academy adalah bagian dari komitmen untuk inklusi ekonomi dan pengembangan komunitas penyandang disabilitas.
Ken Kerta, pendiri Linksos, menambahkan bahwa program ini juga bertujuan mengubah stigma di masyarakat dan membuktikan bahwa disabilitas bukan hambatan untuk berprestasi dan berkontribusi dalam masyarakat.(mon/fin)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana