MALANG KOTA - Sebanyak 23 anggota TNI yang juga Mahasiswa D4 Rekayasa Keamanan Siber Politeknik Angkatan Darat (Poltekad) mempelajari ilmu forensik digital di Malang Creative Center (MCC), kemarin (11/11).
Ilmu itu diperlukan untuk mengantisipasi ancaman siber. Salah satu pemateri yang hadir dalam kegiatan bertajuk ”Big Data Youth Bootcamp” itu yakni Vipkas Al Hadid Firdaus ST MT CEH CHFI.
Dia merupakan Senior Cybersecurity Consultant PT Digital Solusi Group.
”Forensik digital memungkinkan personel militer untuk mengidentifikasi, melacak, dan menganalisis jejak digital yang ditinggalkan oleh pelaku kejahatan siber,” tuturnya.
Baik serangan terhadap infrastruktur militer, maupun dalam kasus yang mengancam data sensitif negara.
Vipkas mengatakan, fokus dalam digital forensik diarahkan pada cara mengakuisisi barang bukti digital agar dapat diterima sebagai barang bukti yang sah di mata hukum.
”Apakah itu tindakan kriminal yang bisa dipidana atau tidak, untuk pembuktiannya yakni forensik digital,” kata dia.
Barang bukti digital tersebut bisa berupa video, gambar, maupun teks.
Sementara itu General Manager Jagoan Hosting yang juga menyelenggarakan event itu menambahkan, selain forensik digital, mereka juga diberikan materi pengantar big data, keamanan data analysis, dan ETL process.
Selanjutnya ada pembekalan data analytics, operasi siber, dan perlindungan infrastruktur kritis.
”Mereka akan belajar selama 13 hari,” tuturnya.
Tidak hanya teori, mereka juga akan melakukan praktik langsung dengan para pemateri yang ahli di bidangnya. (dur/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana