MALANG KOTA - Perekaman e-KTP bagi pemilih pemula tengah dikebut.
Masih ada 2.000 orang yang belum melakukan perekaman sampai awal November.
Pemkot Malang bakal memasifkan upaya jemput bola untuk menuntaskan kekurangan tersebut.
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Malang Dahliana Lusi R menerangkan, setiap hari kerja pihaknya membuka layanan perekaman di SMA maupun SMK.
Kemudian pada hari Sabtu dan Minggu, dibuka layanan ekstra di Mal Pelayanan Publik (MPP) atau dulu dikenal Ramayana Mal.
Lusi optimistis perekaman 2.000 pemilih pemula ini bakal rampung sebelum hari pemungutan suara.
Yakni pada 27 November nanti. Itu bisa dilihat dari capaian perekaman bulan-bulan sebelumnya.
Bulan Agustus, jumlah pemilih pemula masih berjumlah 8 ribu orang.
Pada akhir September turun menjadi 4.500 orang.
Per November awal, menyisakan 2.000 saja.
”Kalau kendala karena beberapa warga yang berada perekaman berada di luar kota, pindah domisili atau bekerja di luar kota. Sehingga perekaman masih rendah,” terang Lusi.
Untuk mengatasi masalah tersebut, dispendukcapil sudah memberikan surat kepada camat dan lurah.
Itu untuk menginformasikan kepada pemilih yang bersangkutan agar melakukan perekaman e-KTP pada akhir pekan.
”Pada hari pemungutan, kami juga membuka layanan perekaman. Agar semua bisa menggunakan hak suaranya,” tambahnya.
Terpisah, Ketua KPU Kota Malang Muhammad Toyib mengatakan, kegiatan perekaman e-KTP sangat dibutuhkan untuk memfasilitasi pemilih pemula.
Sebab, semua warga negara memiliki kesempatan yang sama ketika sudah sesuai aturan.
”Kami membantu dalam hal sosialisasi kepada sekolah-sekolah untuk menekankan pentingnya pemilih pemula ikut berpartisipasi dalam pilkada tahun ini,” jelas Toyib. (adk/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana