MALANG KOTA - Proses penjurian Lomba Literasi Sekolah masih berlangsung hingga kemarin (13/11).
Dewan juri terus melakukan peninjauan lapangan di beberapa sekolah jenjang SMP.
Tujuannya untuk melihat kecocokan program literasi yang ada dalam video dan penerapannya di lapangan.
Dari 100 lebih SMP negeri dan swasta di Kota Malang, ada 15 sekolah terbaik yang masuk pada babak penjurian lapangan.
Salah satunya SMP 3 PGRI Kota Malang.
Perwakilan sekolah mengaku tidak menyangka bisa lolos ke 15 besar.
”Karena apa yang kami tampilkan dalam video ya apa yang kami jalankan di sini,” tutur Wakil Kepala Sekolah SMP 3 PGRI Kota Malang Widianto SPd.
Tim juri yang terdiri dari perwakilan pengawas SMP, Jawa Pos Radar Malang, dan profesional di bidang literasi menyimak langsung presentasi yang dipaparkan tim literasi di sekolah yang berada di Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun itu.
Beberapa inovasi yang dilakukan di sana menonjolkan pada literasi bahasa dan penumbuhan karakter siswa.
Widianto mengatakan, mayoritas siswanya berasal dari keluarga menengah ke bawah.
Sehingga kesadaran pendidikannya cukup kurang.
”Untuk itu kita mulai dari karakter dulu,” ungkapnya.
Salah satu programnya yakni penggunaan bahasa Jawa halus dan krama setiap hari Rabu.
Itu dilakukan agar siswasiswi di sana terbiasa menjaga sopan santun.
Khususnya dalam bertutur kata.
Sementara pada hari Senin, siswa diwajibkan bercakapcakap menggunakan Bahasa Inggris.
”Itu bisa menjadi bekal awal mereka mengenai dunia global,” imbuhnya.
Tak hanya itu, pelajar di sana juga diwajibkan mengenal budaya-budaya di sekitarnya. (dur/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana