Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Skrining di Kota Malang, 19 Perempuan Positif Kanker Serviks

Fathoni Prakarsa Nanda • Kamis, 28 November 2024 | 01:00 WIB
RUTIN: Petugas Dinkes Kota Malang memeriksa tekanan darah warga sebelum berlanjut ke skrining kanker serviks kemarin (26/11)
RUTIN: Petugas Dinkes Kota Malang memeriksa tekanan darah warga sebelum berlanjut ke skrining kanker serviks kemarin (26/11)

MALANG KOTA – Kanker serviks masih menjadi permasalahan kesehatan yang sering ditemukan pada perempuan di Kota Malang.

Terbukti, selama melakukan skrining pada 2526 November di Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, ditemukan 19 perempuan yang positif kanker serviks.

Ada juga dua perempuan yang masih suspect.

Kepala Dinkes Kota Malang dr Husnul Muarif mengatakan, setiap tahun pihaknya bisa menemukan ratusan perempuan yang positif kanker serviks.

Ada juga perempuan yang menderita kanker payudara.

Seperti pada 2023 lalu, 50 perempuan terdeteksi mengalami kanker serviks.

Sementara yang menderita kanker payudara 130 perempuan.

“Untuk tahun ini masih kami lakukan penghitungan,” katanya, kemarin (26/11).

Seluruh kasus kanker itu ditemukan pada saat skrining rutin.

Baik skrining oleh puskesmas, rumah sakit, maupun fasilitas kesehatan lainnya.

Ada juga yang ditemukan dalam Aksi Gerakan Deteksi Dini Kanker Leher Rahim (Serviks) dan Kanker Payudara yang dilakukan dinkes setiap satu tahun sekali.

“Untuk tahun ini, aksi itu diikuti 604 perempuan dari lima kecamatan,” jelas Husnul.

Perempuan yang mengikuti aksi gerakan deteksi dini kanker tidak dibatasi usia.

Yang terpenting mereka sudah menikah dan pernah melakukan hubungan seksual.

Sebelum mengikuti aksi, peserta terlebih dulu mendaftar melalui link.

Selanjutnya mereka bisa mengikuti skrining di Kantor Dinkes Kota Malang.

Ada dua skrining yang diikuti.

Yang pertama adalah Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) untuk mendeteksi kanker serviks.

Caranya, leher rahim diolesi asam asetat dan hasilnya bisa diketahui selama 15 menit.

Selanjutnya adalah Sadanis atau pemeriksaan payudara klinis yang dilakukan tenaga kesehatan.

Biasanya tenaga kesehatan perempuan akan memeriksa bagian sekitar payudara untuk mengetahui benjolan tertentu.

“Kalau terbukti positif kanker, maka akan ada terapi dan tindakan lanjutan,” imbuh pejabat eselon II B Pemkot Malang itu.

Seperti 19 perempuan yang positif kanker serviks.

Karena masih gejala awal, mereka bisa langsung mengikuti cryotherapy.

Yakni terapi menggunakan suhu dingin ekstrem dari alat untuk menghancurkan jaringan abnormal.

Dua alat cryotherapy sudah disediakan pada saat skrining.

Satu dari Puskesmas Ciptomulyo, satu lagi milik dinkes. (mel/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#perempuan #kanker serviks #Kota Malang #Skrining