MALANG KOTA – Jumlah sampah plastik yang terbuang masih cukup tinggi.
Dari data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, ada 101 ton sampah plastik yang terbuang setiap harinya.
Angka itu bisa saja bertambah jika tak ada kesadaran masyarakat untuk mau mengelolanya.
Tak mau sampai kejadian, sejumlah upaya dilakukan berbagai pihak.
Salah satunya dengan mengampanyekan gerakan olah sampah plastik menjadi barang yang lebih berguna.
Seperti yang terlihat kemarin di area Car Free Day (CFD) Jalan Ijen.
Pengunjung CFD beramai-ramai mengumpulkan sampah plastik seperti botol kemasan.
Setelah dikumpulkan dalam satu kantong kresek besar, mereka mendapat barang berupa botol minum dan tas jinjing reusable (dapat digunakan kembali).
”Ada sebanyak 106 orang yang kemarin menukarkan tiga botol plastik di stan kami,” kata Tenaga Kesehatan Lingkungan Sanitarian RS Lavalette Ziyadatul Hikmah.
Selain di CFD, penukaran botol plastik dengan barang reusable itu bisa dilakukan di RS Lavalette.
Sebab, RS Lavalette menyediakan reserve vending machine (RVM).
Melalui RVM, masyarakat bisa menukar sampah botol plastik jenis PET dengan poin yang bisa diredeem ke rekening Bank Syariah Indonesia (BSI) atau e-wallet.
”Animo masyarakat yang menukar botol plastik ke RS Lavalette juga cukup tinggi,” ungkap Ziyadatul.
Dalam satu minggu, petugas bisa melakukan pengambilan sebanyak tiga kali.
Sebab, kapasitas mesin hanya untuk 700 botol. Penerapan RVM ini sudah berjalan sejak September lalu.
Ziyadatul berharap upaya ini bisa mengurangi sampah plastik.
Tidak hanya di Kota Malang, tapi juga di daerah-daerah lain.
Sebab, jumlah pro- duksi di Indonesia saat ini mencapai 6,8 juta ton per bulan. (mel/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana